PKK Makassar Pelajari Integrasi Program Pemberdayaan di Kampung Pusaka
CLEEBESMEDIA.ID, Makassar — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, memboyong rombongannya meninjau kawasan Kampung Pusaka di Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Kamis (24/9/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari agenda kunjungan studi tiru untuk melihat secara langsung tata kelola program pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
Rombongan bertolak ke lokasi setelah merampungkan acara penyambutan resmi di Balai Kota Bogor. Dalam perjalanan menuju titik peninjauan, peserta memanfaatkan fasilitas Bus Uncal, armada wisata berkonsep kabin terbuka milik Pemerintah Kota Bogor.
Setibanya di Kampung Pusaka, Melinda memantau langsung pemanfaatan area terpadu yang menggabungkan seluruh fokus program PKK. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang serbaguna yang dapat diakses penuh oleh warga sekitar.
"Lingkungannya asri, sejuk, serta lapang. Poin utamanya adalah bagaimana area ini difungsikan secara nyata oleh warga, termasuk anak-anak yang memanfaatkannya untuk belajar dan bermain setiap sore," kata Melinda di sela-sela peninjauan.
Melinda mengapresiasi keberadaan ruang publik terintegrasi yang menyatukan aspek pendidikan, kreativitas, kesehatan, hingga perbaikan lingkungan. Menurutnya, konsep terpadu seperti ini efektif mendekatkan deretan program PKK ke tengah aktivitas harian masyarakat.
Lurah Bubulak, Anjar Apriyana, mengonfirmasi bahwa Kampung Pusaka merupakan bentuk nyata penerapan 10 Program Pokok PKK dalam satu ekosistem kawasan. Seluruh program dihadirkan agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh warga.
Area tersebut dibekali beragam sarana penunjang, antara lain Taman Baca Masyarakat (TBM) Bu Ceri, Pojok Ekspresi untuk wadah kreativitas anak, area ketahanan pangan Aku Hatinya PKK, hingga Posko Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKS TTBB). Pembangunannya mengandalkan sinergi kader PKK, lembaga kelurahan, tokoh masyarakat, serta dukungan program CSR.
Menanggapi skema tersebut, Melinda menekankan pentingnya rasa memiliki (*sense of belonging*) dari masyarakat agar keberlanjutan program tetap terjaga.
"Kunci utamanya terletak pada partisipasi warga. Saat masyarakat merasa memiliki dan aktif memanfaatkan fasilitas yang ada, program akan tumbuh lebih mandiri dan memberi dampak berkelanjutan," tuturnya.
Ia berharap hasil peninjauan ini dapat menjadi referensi bagi TP PKK Kota Makassar dalam merancang ruang pemberdayaan terpadu yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan warga Makassar.
