Mati Lampu Berulang, Warga Makassar Keluhkan Layanan PLN
Ilustrasi - (int)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026). Kondisi tersebut kembali dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari hingga kegiatan usaha.
Pemadaman berlangsung di sejumlah wilayah dengan waktu yang berbeda-beda sesuai pengaturan beban dan kondisi sistem kelistrikan. Pada beberapa wilayah, pemadaman dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (24/9) dini hari.
Keluhan warga muncul karena pemadaman terjadi berulang ketika masyarakat membutuhkan listrik untuk bekerja, menjalankan usaha, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kondisi tersebut juga menambah ketidaknyamanan, terutama ketika pemadaman berlangsung pada malam hari.
"Kenapa sede ini PLN? Tiba-tiba padam listrik. Nda lama ini rusak barang-baranga (elektronik)," keluh Wawan, salah seorang warga Jalan Singa, Rabu (23/9).
Sejumlah wilayah yang masuk dalam jadwal pengaturan beban antara lain kawasan Jalan Sultan Alauddin, Andi Tonro, Mappaodang, AP Pettarani, Pelita Raya, Penghibur, Haji Bau, Rajawali hingga kawasan CPI. Durasi pemadaman berbeda sesuai feeder masing-masing.
Di sisi lain, PLN menyatakan pengaturan beban masih diperlukan karena kemampuan pasokan listrik belum sepenuhnya kembali optimal.
Pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
"Kondisi pasokan listrik di Sulbagsel saat ini masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi. Tapi dampak total beban sudah berkurang," kata Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan di Makassar, seperti diberitkan ANTARA.
Pemadaman bergilir di Sulsel sebelumnya telah berlangsung sejak akhir Agustus. PLN menjelaskan pengaturan beban berkaitan dengan penurunan kemampuan pasokan dan pemeliharaan sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan.
Dengan pemadaman yang masih berlanjut, warga berharap pemulihan sistem kelistrikan dapat segera dituntaskan sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
