Home > PSM

Aksa Mahmud Minta PSM Bangkit Jaga Kehormatan di HUT ke-111

Founder Bosowa, HM Aksa Mahmud memberikan sambutan salam HUT ke-111 PSM Makassar, Minggu (1/11) - (Foto by Akbar)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Founder Bosowa Corporindo, HM Aksa Mahmud, menyerukan kepada skuad PSM Makassar agar terus mengobarkan semangat juang demi menjaga marwah dan kehormatan klub berjuluk Juku Eja tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan Aksa Mahmud saat menghadiri perayaan HUT ke-111 PSM Makassar yang bertempat di Top Room Lantai 19 Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026).l

Acara tasyakuran ini dilangsungkan lebih awal sehari dari jadwal resmi hari jadi klub yang jatuh pada Senin (2/11/2026), dengan mengusung tema utama "Rise Together" atau Bangkit Bersama.

Agenda tersebut turut dihadiri oleh Komisaris PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (PSM) Andi Suruji, General Manager Muhammad Nur Fajrin, jajaran direksi akademi, tim pelatih kepala Darije Kalezic beserta staf pelatih, 30 pemain, hingga puluhan anak yatim piatu. Para penggawa Juku Eja tampak kompak mengenakan atribut polo putih berlogo klub di dada.

Dalam sambutannya Aksa Mahmud mengatakan momen ulang tahun kali ini yang terasa unik sekaligus penuh kontras. Pasalnya, perayaan ini beriringan dengan hasil minor usai Pasukan Ramang takluk 0-1 dari Madura United pada pekan kedelapan Super League 2026/2027 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (31/10/2026)

Menurutnya, kekalahan tersebut menjadi kado hari jadi yang tidak biasa bagi klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Jadi, hadiahnya ulang tahun kita ke-111, hadiah kekalahan. Biasanya ulang tahun PSM Makassar hadiahnya menang dalam pertandingan,” katanya.

Meskipun demikian, tokoh kelahiran Barru ini meminta seluruh elemen tim agar tidak berlarut-larut dalam kekecewaan. Ia berharap momen duka di hari jadi ke-111 ini menjadi kekalahan terakhir bagi Juku Eja pada musim ini.

“Ini sudah terjadi, mari kita sama-sama semuanya agar ulang tahun PSM Makassar berikutnya selalu dihadiahkan dengan kemenangan,” ucapnya yang disambut amin oleh seluruh tamu undangan.

Aksa Mahmud tetap mengapresiasi kerja keras serta determinasi tinggi yang ditunjukkan para pemain di lapangan saat menghadapi Madura United, meski Dewi Fortuna belum memihak Laskar Ayam Jantan dari Timur. Ia menilai para pemain telah berjuang dengan mengimplementasikan filosofi tradisional Bugis-Makassar, yakni pollo pappa, polo panni.

Filosofi tersebut merefleksikan mentalitas pantang menyerah di mana sekalipun fisik mengalami cedera parah, perjuangan tidak boleh surut.

“Filosofinya orang PSM Makassar itu dari dulu itu polo pappa, polo panni. Artinya, sakit pahanya, patah pahanya, patah tangannya, tapi melawan, masih melawan,” tegasnya.

Ia menambahkan, mentalitas baja inilah yang selama ini menjadikan PSM sebagai tim besar di kancah nasional. Oleh karena itu, karakter tersebut wajib dipertahankan oleh setiap generasi pemain.

“Saya lihat kemarin perjuangannya bagus, cuma hokinya yang tidak datang. Oleh karena itu, saudara-saudara semuanya jangan pantang menyerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, pria berusia 81 tahun ini turut mengenang sejarah besar PSM sebagai salah satu klub tertua dan paling disegani di Indonesia. Ia mengingatkan kembali jasa legenda hidup Andi Ramang, yang pernah membawa Timnas Indonesia hampir melaju ke Piala Dunia 1958 di Swedia setelah menyingkirkan China di babak kualifikasi. Dari sinilah julukan historis Pasukan Ramang melekat pada tim.

“Itulah sebabnya saudara-saudara disebut Pasukan Ramang. Itulah darah anak bangsa Indonesia yang terbaik yang pernah mengantar Indonesia hampir ke Piala Dunia,” bebernya.

Selain itu, Aksa Mahmud juga membanggakan status PSM sebagai satu-satunya klub era Perserikatan (bersama Persebaya, Persib, Persija, dan PSMS) yang tidak pernah terdegradasi dari kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.

“Dari lima klub Perserikatan, PSM Makassar termasuk tim tak pernah degradasi ke Liga 2,” ucapnya diiringi tepuk tangan meriah.

Mantan Wakil Ketua MPR RI ini lantas menitipkan pesan keras agar seluruh skuad berjuang habis-habisan demi mempertahankan tradisi dan kehormatan klub agar tidak pernah mencicipi kompetisi kasta kedua.

“Kita akan tetap bertahan di divisi satu (Super League). Oleh karena itu, di periode ini saya harapkan kepada saudara-saudara semuanya agar berjuang mati-matian, berjuang mati-matian untuk mempertahankan kehormatan PSM Makassar,” pintanya.

Ia kembali menekankan pentingnya memegang teguh prinsip pollo pappa, polo panni di bawah komando pelatih Darije Kalezic.

“Kalau kakimu tidak bisa melawan, jiwamu yang harus melawan. Itu yang saya harapkan, semangat saudara-saudara harus ditanamkan di PSM Makassar," pesannya.

Lebih lanjut, Aksa Mahmud menyimpan asa besar agar pelatih asal Belanda, Darije Kalezic yang sebelumnya sukses mempersembahkan trofi Piala Indonesia 2019—bisa kembali membawa Juku Eja meraih gelar juara musim ini.

“Saya harapkan mengantar lagi PSM Makassar juara lagi kembali di tangannya mister Darije,” harapnya, sembari berencana mendiskusikan kebutuhan pemain demi performa tim yang lebih optimal.

Menatap laga terdekat, ia juga melayangkan instruksi tegas agar skuad PSM mampu meraih poin penuh saat bertandang ke markas Borneo Samarinda FC di Stadion Segiri, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2026).

“Pertandingan berikutnya saya menitip kepada pelatih, asisten pelatih dan seluruh pemain, kita harus mengalahkan Borneo,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, mantan Ketua Umum Kadin Sulsel ini menyatakan kesiapannya terbang langsung ke Samarinda untuk memberikan dukungan moral bagi tim kesayangannya.

“Saya datang pertandingan melawan Borneo, menerima kemenangan dari saudara-saudara semua. InsyaAllah kita akan melihat semuanya dan jangan pernah menyerah,” pungkasnya.

Laporan: Muhammad Akbar