Luapan Air di Katimbang, 53 Warga Mengungsi ke Kantor Lurah
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Luapan air yang terjadi di wilayah Kodam, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, memaksa belasan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman, Sabtu malam (10/1),
Luapan air terpantau di kawasan Kodam III, dengan ketinggian genangan berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Meski sejumlah ruas jalan masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, sebagian warga memilih mengungsi sebagai langkah antisipasi demi keselamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat hingga pukul 23.13 WITA, sebanyak 14 Kepala Keluarga (KK) atau 53 jiwa terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Katimbang.
Data sementara, pengungsi terdiri dari 19 laki-laki dewasa, 18 perempuan dewasa, 4 anak laki-laki, 4 anak perempuan, 5 balita laki-laki, dan 3 balita perempuan. Tidak terdapat bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas dalam data pengungsian tersebut.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat begitu terdeteksi adanya potensi banjir dan luapan air di wilayah Katimbang.
“Kami melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak boleh menunggu lama. Begitu ada potensi membahayakan, kami hadir untuk memastikan keselamatan warga, melakukan pendataan, dan menjaga agar kondisi tetap terkendali,” tegasnya.
Ia menambahkan, BPBD Kota Makassar akan terus bersiaga selama 24 jam dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi di lapangan.
Sementara itu, Camat Biringkanaya, Juliaman, mengatakan pihak kecamatan bersama kelurahan dan unsur kewilayahan langsung menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga terdampak luapan air.
“Kantor Lurah Katimbang kami siapkan sebagai tempat pengungsian sementara yang aman. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan yang layak dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Koordinator Data Pengungsian KSB Kelurahan Katimbang, Andi Mulyadi, menyampaikan bahwa proses pendataan pengungsi dilakukan secara berkelanjutan agar penanganan dapat dilakukan secara optimal.
“Kami bersama BPBD dan aparat setempat melakukan pendataan langsung di lokasi pengungsian. Data ini bersifat dinamis dan terus diperbarui agar penanganan dan bantuan dapat tepat sasaran,” jelasnya.
BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan banjir agar tetap waspada, mematuhi arahan petugas, serta segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya.
