Hujan Meteor Paling Terang Akan Hiasi Langit 2026, Ini Jadwalnya
Ilustrasi hujan meteor - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Salah satu fenomena yang paling sering menarik perhatian adalah hujan meteor, yaitu peristiwa saat partikel debu kosmik memasuki atmosfer bumi dan terbakar akibat gesekan udara.
Hujan meteor kerap dikenal masyarakat sebagai "bintang jatuh", meski sejatinya bukan bintang yang jatuh dari langit.
Fenomena ini istimewa karena dapat diamati tanpa alat bantu, cukup dengan mata telanjang dan kondisi langit yang mendukung.
Kabar baiknya, di tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu waktu terbaik untuk menikmati hujan meteor.
Rentang waktu 14 Juli hingga 1 September 2026 disebut sebagai periode munculnya hujan meteor paling terang sepanjang tahun, demikian laporan Space, sebuah laman yang berfokus pada eksplorasi ruang angkasa dan astronomi.
Space juga melaporkan puncak keindahan hujan meteor terjadi saat fase Bulan Baru (New Moon), ketika langit benar-benar gelap tanpa gangguan cahaya bulan.
Mengutip laman CNN, berikut beberapa hujan meteor akan menghiasi langit sepanjang 2026
Hujan Meteor Perseids
Hujan meteor "Perseids" diperkirakan muncul mulai malam 12 Agustus hingga fajar 13 Agustus 2026. Fenomena ini dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling populer dan spektakuler.
Diperkirakan sekitar 4.500 meteor akan melintas di langit, dengan intensitas 50 hingga 100 meteor per jam pada puncaknya. Waktu terbaik untuk mengamati Perseids adalah menjelang fajar, saat kondisi langit berada dalam keadaan paling gelap.
Pengamatan Perseids sangat disarankan dilakukan di belahan bumi utara. Menariknya, bagi yang berada di Islandia, Greenland, dan Spanyol, hujan meteor ini bertepatan dengan gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026, sehingga fenomena langit dapat terjadi dalam kondisi yang sangat langka.
Hujan Meteor Orionids
Setelah Perseids, langit Oktober akan dihiasi oleh hujan meteor "Orionids". Puncaknya diperkirakan terjadi pada 21–22 Oktober 2026.
Orionids muncul saat fase Bulan Cembung (Gibbous), sehingga cahaya bulan masih cukup terang dan dapat memengaruhi visibilitas meteor. Meski begitu, fenomena ini tetap bisa dinikmati, terutama jika diamati dari lokasi yang minim polusi cahaya.
Untuk hasil terbaik, disarankan mencari area terbuka yang jauh dari pusat kota. Pada puncaknya, Orionids diprediksi menampilkan sekitar 20 meteor per jam.
Hujan Meteor Geminids
Menutup tahun 2026, hujan meteor "Geminids" akan hadir pada 13–14 Desember. Fenomena ini dikenal sebagai hujan meteor paling aktif dan konsisten setiap tahunnya.
Geminids bertepatan dengan fase Bulan Sabit redup, sehingga cahaya bulan tidak terlalu mengganggu. Kondisi ini membuat meteor terlihat lebih terang dan jelas.
Dalam kondisi langit gelap sempurna, Geminids diperkirakan mampu menampilkan hingga 120 meteor per jam, menjadikannya salah satu hujan meteor paling mengesankan untuk disaksikan.
