Trump Sebut Perang Iran Bisa Berakhir dalam Waktu Dekat
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perang dengan Iran dapat berakhir dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu (12/9) setelah bertemu Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Irlandia.
Trump juga menuding Iran berupaya memperpanjang konflik demi memengaruhi jalannya pemilu. Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Ketika ditanya mengenai kapan perang dengan Iran akan berakhir, Trump memperkirakan konflik tersebut segera memasuki tahap akhir.
“Saya pikir dalam waktu sangat dekat,” kata Trump ketika ditanya kapan perang tersebut akan berakhir. “Saya pikir kemungkinan tepat setelah masa pemilu.”
Trump menuduh Iran berusaha mempertahankan konflik selama mungkin untuk memberikan dampak terhadap proses politik di AS.
Menurut Trump, Iran berupaya “bertahan selama mungkin untuk mempersulit pemilu”. Namun, ia menegaskan Washington tidak akan membiarkan Teheran memperoleh senjata nuklir.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ini sangat sederhana,” katanya.
Trump juga memperkirakan berakhirnya perang dengan Iran akan memberikan dampak terhadap pasar energi. Ia mengatakan harga minyak berpotensi turun tajam setelah konflik berakhir.
Selain perang dengan Iran, Trump turut menyinggung situasi keamanan di Laut Merah. Ia mengatakan kelompok Houthi di Yaman telah menghubungi AS dan menyampaikan bahwa mereka tidak menginginkan konfrontasi dengan Washington.
“Mereka tidak ingin berperang dengan kami,” kata Trump.
Trump mengatakan kelompok tersebut kini membiarkan sebagian besar kapal melintas di jalur perairan Laut Merah.
Ia juga mengeklaim AS telah menguasai kawasan tersebut melalui blokade laut yang agresif. Menurut Trump, sekitar 25 kapal dicegat setiap hari, “sebagian besar pada malam hari”.
Trump sebelumnya memperkirakan konflik dengan Iran akan memberikan tekanan terhadap harga minyak. Namun, ia kembali menegaskan bahwa harga komoditas energi tersebut diperkirakan turun setelah perang berakhir.
Dalam kesempatan yang sama, Trump turut membela keterlibatan pemerintahannya dalam situasi di Jalur Gaza. Ia menolak kritik yang menyebut Washington memfasilitasi genosida maupun pendudukan Israel di Tepi Barat.
“Ketika Anda mengatakan Gaza, Anda tahu kami telah memadamkan api dan kami mendapatkan semua sandera,” katanya.
Trump mengaitkan pernyataan tersebut dengan upaya yang menurutnya telah mengamankan pembebasan dan pemulangan para sandera yang sebelumnya ditahan di Jalur Gaza.
Pernyataan Trump mengenai perang Iran, Laut Merah, harga minyak, dan Gaza menunjukkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah masih menjadi salah satu isu utama dalam kebijakan luar negeri pemerintah AS.
Sumber: Anadolu/Antara
