Arfan Pantau Seleksi EPA PSM, Ini Pesan Pentingnya untuk Pemain Muda

Gelandang PSM Makassar, Muhammad Arfan, hadir memberi dukungan di seleksi EPA PSM Makassar 2025/2026. - (foto by Rifki)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Gelandang senior PSM Makassar, Muhammad Arfan, menunjukkan kepeduliannya terhadap regenerasi sepak bola dengan hadir langsung pada hari terakhir proses seleksi pemain muda Elite Pro Academy (EPA) PSM Makassar 2025/2026. Acara ini digelar di Lapangan BSC Makassar dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, Minggu (14/9).

Kehadiran Arfan menjadi sorotan tersendiri, terutama karena posisinya sebagai pemain inti tim Juku Eja yang telah malang melintang di kompetisi nasional. Ia menyatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan moral bagi para calon pemain muda.

“Motivasi saya tersendiri untuk datang melihat adik-adik sebagai peserta seleksi, supaya dia bisa memberikan penampilan yang terbaik untuk bisa memberikan permainan yang terbaik untuk tim PSM Makassar,” ujar Arfan saat ditemui di lokasi seleksi.

Dalam sesi pertemuan singkat bersama para peserta seleksi, Arfan turut menyampaikan pesan penting terkait tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Ia menilai, kehadiran teknologi dan media sosial dapat menjadi pedang bermata dua dalam proses pembinaan pemain muda.

“Tantangannya sekarang untuk generasi muda pastinya teknologi seperti HP. Zaman saya itu memang masih kurang yang namanya media sosial, saya harap semoga anak-anak muda yang sekarang ini bisa mengurangi yang namanya media sosial,” pesannya tegas.

Menurutnya, menjaga fokus dalam latihan dan pengembangan diri merupakan kunci agar para pemain muda bisa bersaing di level profesional.

Arfan tak menutupi rasa nostalgianya ketika menyaksikan para peserta seleksi yang sedang berjuang. Ia mengisahkan kembali perjalanan kariernya yang dimulai dari SSB Hasanuddin, hingga akhirnya bergabung dengan tim akademi dan menembus skuad senior PSM Makassar pada 2016.

Ia juga menyebutkan sosok Coach Haji Bahar sebagai pelatih yang paling berpengaruh dalam pembentukan karakternya sebagai pemain.

“Yang berpengaruh tentunya pelatih saya di SSB, Coach Haji Bahar, yang selalu memberikan arahan, motivasi, sehingga saya bisa sampai sekarang ini,” kenangnya.

Selain pelatih, Arfan juga menyebut nama-nama senior seperti Syamsul Chaeruddin dan Rasyid Bakri sebagai panutan yang memiliki gaya bermain spartan dan disiplin tinggi di lapangan.

Arfan berharap keberadaan akademi PSM Makassar benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai ladang lahirnya generasi emas sepak bola dari Sulawesi Selatan.

“Untuk anak-anak muda, teruslah berproses sehingga akan memunculkan generasi-generasi yang baik. Tentu dengan adanya pembentukan akademi ini untuk mencari bibit-bibit muda, sehingga para pelatih yang ada di PSM itu gampang untuk mendapatkan pemain muda untuk berkembang lagi,” tutupnya.

Seleksi EPA PSM Makassar ini telah berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (12-14/9), dengan tiga kategori usia: U-16, U-18, dan U-20. Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan kehadiran pemain muda yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Makassar hingga luar Pulau Sulawesi, termasuk Jawa dan Papua.

Di akhir kegiatan, Muhammad Arfan tampak dikerumuni oleh peserta untuk berfoto bersama, menjadi momen tak terlupakan bagi calon bintang masa depan sepak bola Indonesia.

Laporan: Rifki

Tags : EPA PSM Makassar