Profil Awal Chairuddin, Jenderal Makassar Kapolda Sulsel Baru
Irjen Pol Awal Chairuddin - (foto by Divkum Polri)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Irjen Pol Awal Chairuddin, perwira tinggi kelahiran Makassar, ditunjuk menjadi Kapolda Sulsel menggantikan Irjen Djuhandani Raharjo.
Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang juga memutasi Djuhandani ke Mabes Polri.
Awal lahir di Makassar pada 3 Desember 1971 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Ia putra pendidik ternama di Makassar, Chairuddin Burhan, yang pernah memimpin Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI perwakilan Sulsel dan mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin.
Karier Awal dimulai sebagai perwira pertama di Korps Brimob. Seusai pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), ia bertugas berpindah-pindah di Polda Jawa Barat hingga berpangkat komisaris polisi.
Talentanya disebut terlihat sejak awal, dan sejumlah jabatan strategis yang diembannya tidak berlangsung lama.
Setelah menuntaskan Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimmen) pada Desember 2008, Awal langsung bertugas di Polda Metro Jaya dan pada April 2011 menjabat sekretaris pribadi Wakapolri. Ia kemudian menjadi Kapolres Subang hingga Desember 2013.
Pada Januari 2015, Awal naik berpangkat komisaris besar sebagai Kepala Detasemen C Biro Pengamanan Internal (Paminal), jabatan yang menempatkannya di garis penegakan disiplin anggota.
Setelah itu ia dipercaya memimpin Polres Bekasi pada 2016 dan Polres Jakarta Utara di jajaran Polda Metro Jaya pada 2016-2017.
Pada Maret 2017, Awal ditunjuk menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan menjalankan tugas itu hingga Desember 2018.
Pada 21 Desember 2018, ia dipromosikan menjadi brigadir jenderal sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri, sekaligus menjadi yang pertama di angkatannya yang menyandang bintang satu.
Kendati pangkatnya kemudian disalip sejumlah rekan seangkatan, Awal tetap dipercaya sebagai ketua alumni Tunggal Panaluan, sebutan bagi Batalyon Akpol 1994.
Pada Januari 2024, ia meraih gelar doktor lewat disertasi berjudul "Optimalisasi Peran Bhabinkamtibmas Dalam Membangun Public Trust".
Awal meraih pangkat inspektur jenderal bintang dua pada awal Juli 2026. Sebelum ditunjuk memimpin Polda Sulsel, ia menjabat Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I Divisi Hukum Polri.
Nama angkatan 1994 menguat setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto, teman seangkatan Awal, sebagai Kapolri.
Pangkat Suyudi naik dari bintang tiga menjadi jenderal bintang empat. Saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Suyudi didampingi sejumlah jenderal bintang satu dan dua, salah satunya Awal.
Awal masih memiliki sekitar tiga tahun masa dinas di Polri. Para kapolda alumni Akpol 1991 dan 1992 berpeluang pensiun dalam satu hingga dua tahun ke depan, sehingga perwira angkatan 1994 punya ruang lebih luas menduduki jabatan strategis di daerah.
