Atasi Kekeringan, 7,19 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Makassar
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang.Distribusi telah menjangkau sekitar 26 ribu kepala keluarga di sembilan kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyebutkan total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 7.191.000 liter. Bantuan tersebut disalurkan ke 332 titik yang tersebar di 1.646 rukun tetangga (RT), dengan penerima manfaat mencapai 98.664 jiwa
"Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 7.191.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.646 rukun tetangga (RT), 332 titik distribusi, serta sekitar 26.000 kepala keluarga (KK) atau 98.664 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan," kata Fadli, Sabtu (10/10).
Penyaluran bantuan masih berlangsung seiring penerapan status tanggap darurat kekeringan di Kota Makassar. BPBD memastikan distribusi tetap berjalan untuk membantu masyarakat yang belum mendapatkan pasokan air bersih secara memadai.
Menurut Fadli, kelancaran operasi di lapangan turut ditopang oleh dukungan berbagai pihak. Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan dapat terus disalurkan selama kondisi kekeringan belum sepenuhnya teratasi.
"Untuk penanganan kondisi kekeringan di Kota Makassar, sesuai dengan status tanggap darurat, kami terus mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kegiatan ini," ujarnya.
Selain menjaga ketersediaan bantuan, BPBD juga mengubah pola distribusi agar pelayanan kepada warga menjadi lebih efektif. Salah satu langkah yang diterapkan ialah menempatkan tandon air di lokasi terdampak berdasarkan hasil asesmen petugas.
Sebelumnya, warga umumnya harus mengantre sambil membawa jeriken untuk mengisi air langsung dari mobil tangki. Dengan tersedianya tandon di titik distribusi, masyarakat dapat mengambil air secara mandiri tanpa harus menunggu proses pengisian dari kendaraan setiap kali membutuhkan air.
Perubahan mekanisme tersebut juga membantu mempercepat perputaran armada. Mobil tangki yang sebelumnya rata-rata hanya dapat kembali untuk pengisian sekitar dua kali sehari kini bisa melakukan dua hingga tiga kali distribusi dalam sehari.
Untuk mendukung penyaluran air bersih, BPBD Makassar mengoperasikan 25 mobil tangki setiap hari. Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas angkut sekitar 4.400 liter dan dapat melakukan beberapa kali perjalanan sesuai kebutuhan di lapangan.
Armada tersebut dikerahkan untuk melayani warga di berbagai titik terdampak pada sembilan kecamatan. Penempatan tandon dan pengaturan distribusi menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan bantuan sekaligus mengurangi waktu tunggu masyarakat.
"Dengan adanya tandon di lokasi-lokasi terdampak yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, efektivitas penyaluran meningkat," tutur Fadli.
Ia menambahkan, bantuan air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam memenuhi kebutuhan dasar warga selama menghadapi kekeringan. Distribusi akan tetap disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat yang masih mengalami keterbatasan pasokan.
BPBD Makassar mulai mencatat perkembangan positif dari sejumlah sumber air. Pasokan dari Perumda Air Minum atau PDAM dilaporkan meningkat, sedangkan beberapa sumur yang sebelumnya terdampak kekeringan mulai kembali dapat digunakan.
Perbaikan tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan air tangki di sejumlah wilayah. Namun, distribusi bantuan belum dihentikan karena masih ada masyarakat yang membutuhkan pasokan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BPBD juga mengingatkan warga agar tetap memperhatikan kebersihan lingkungan dan kesehatan selama musim kemarau. Keterbatasan air dapat menyulitkan aktivitas sanitasi sehingga penggunaan air perlu dikelola dengan baik.
Selain penanganan langsung, pemerintah daerah terus menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi perubahan cuaca dan potensi bencana. Pendampingan kepada masyarakat akan dilanjutkan sesuai kondisi di lapangan hingga dampak kekeringan berangsur mereda.
Upaya tersebut diharapkan membantu menjaga akses air bersih bagi warga Makassar, terutama keluarga yang masih mengalami kesulitan memperoleh pasokan air secara mandiri.
