Plymouth 1951 Tampil Ikonik di Kick-off Makassar Urban Heritage Rally

Plymouth keluaran tahun 1951 dalam ajang Makassar Urban Heritage Rally, Sabtu (13/12) - (foto by Rifki)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Deretan mobil listrik dan kendaraan keluaran terbaru yang memadati pelataran Museum Kota Makassar, Sabtu (13/12) pagi, mendadak tersisih oleh kehadiran sebuah mobil klasik yang tampil apa adanya. Sebuah Plymouth keluaran tahun 1951 berdiri gagah di tengah guyuran hujan, dengan bodi kusam yang justru menjadi daya tarik utama.

Mobil tersebut dikenal dengan julukan “Si Buluk”, milik Ahmad Saehu Abbas atau akrab disapa Chiuk. Kendaraan klasik asal Amerika Serikat itu menjadi salah satu ikon pembuka dalam ajang Makassar Urban Heritage City Rally 2025, sekaligus mewakili Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Sulawesi Selatan yang telah eksis sejak 1979.

Chiuk menuturkan, Plymouth 1951 itu awalnya ditemukan dalam kondisi terbengkalai, nyaris menjadi rongsokan di sudut Kota Makassar. Namun alih-alih memulihkan tampilannya dengan cat baru, ia memilih mempertahankan kesan lawas sebagai ciri khas kendaraan vintage.

"Dari kelasnya kan vintage, jadi kita tidak mau dicat ulang, pertahankan keorisinilannya. Cuman mesinnya kita suap (perbarui) agar tetap tangguh," ujar Chiuk dengan bangga di garis start Museum Kota Makassar.

Meski tampak uzur, performa Si Buluk tidak bisa dipandang sebelah mata. Mobil berwarna hijau itu sebelumnya telah menempuh perjalanan jauh melintasi Pulau Jawa dalam ajang Jambore Mobil Tua di Yogyakarta pada 2024, membuktikan ketangguhan mesin yang telah diperbarui.

Mengusung tema heritage yang digagas Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Chiuk tampil totalitas dengan mengenakan pakaian adat khas suku Makassar saat mengemudikan mobil tuanya. Penampilan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap nilai sejarah dan budaya lokal yang diusung dalam rally ini.

Bagi Chiuk, Makassar Urban Heritage City Rally bukan sekadar ajang otomotif, melainkan ruang untuk mempertemukan kecintaannya pada mobil klasik dan sejarah kota. Salah satu titik yang paling ia nantikan dalam rute rally sejauh kurang lebih 200 kilometer itu adalah Benteng Fort Rotterdam.

“Saya pengen pose dan foto di Fort Rotterdam karena view-nya sangat bersejarah. Intinya kita ingin ikut membudidayakan situs-situs bersejarah di Makassar,” tambahnya.

Meski hujan mengiringi jalannya kick-off rally, optimisme Chiuk tetap tinggi. Dengan mobil yang telah berusia lebih dari tujuh dekade, ia menargetkan bisa menembus posisi 10 besar dalam kategori lomba, sekaligus berharap penampilannya dapat mengantarkan pada penghargaan Busana Terbaik.

Dalam gelaran Makassar Urban Heritage City Rally 2025 ini, komunitas PPMKI Sulsel menurunkan total 10 unit mobil klasik. Selain Plymouth 1951, sejumlah kendaraan lawas lainnya turut meramaikan kawasan Jalan Balaikota, di antaranya Dodge Dart keluaran 1961 serta berbagai mobil vintage era 1980-an.

Kehadiran mobil-mobil klasik tersebut tidak hanya memperkaya nuansa rally, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya merawat sejarah otomotif sebagai bagian dari warisan budaya kota Makassar.

Laporan: Rifki