Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Tak Dipangkas untuk MBG
Para siswa menikmati Makan Bergizi Gratis, Senin (6/1/2026) - (foto dok Celebesmedia)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti memastikan anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dan tidak dipangkas untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah justru menambah alokasi dana demi memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan anggaran telah disiapkan melalui mekanisme Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
"Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Maka, Kemendikdasmen mengajukan anggaran biaya tambahan (ABT)," kata Mu’ti, dijutip dari Antara, Kamis (19/2).
Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti saat rapat koordinasi penyelenggaraan Program MBG di Surabaya, Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa ABT merupakan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang dialokasikan untuk kebutuhan mendesak.
Saat ini, sebanyak 43 juta siswa tercatat sebagai penerima manfaat Program MBG. Program ini dinilai tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendukung peningkatan semangat belajar serta penguatan karakter peserta didik.
"MBG juga mendukung program ketujuh dalam Indonesia hebat, yaitu makan makanan sehat dan bergizi," ujarnya.
Mu’ti menegaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tetap memiliki alokasi besar untuk peningkatan mutu pendidikan tanpa ada pengurangan dana dari pemerintah.
Pada tahun 2025, Kemendikdasmen memperoleh anggaran Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 16.176 satuan pendidikan. Hingga kini, progres pembangunan yang telah selesai mencapai 93 persen.
Sementara itu, pada 2026, anggaran revitalisasi satuan pendidikan telah tercantum dalam APBN sebesar lebih dari Rp14 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk lebih dari 11 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
