Makassar Peringkat 7 Daerah Teraktif Pendataan Perlinsos

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Makassar menunjukkan progres signifikan. Makassar juga masuk 10 daerah teraktif dalam pendataan Perlinsos Digital. Kota ini menempati posisi ketujuh dan menjadi satu-satunya daerah dari Sulawesi Selatan dalam daftar tersebut.

"Dari hasil ini, Makassar diberi apresiasi. Dari 10 daerah paling aktif, kita berada di urutan ke-7. Sulawesi Selatan itu hanya Kota Makassar yang masuk," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Andi Bukti Djufrie.

Dalam dua hingga tiga pekan setelah penguatan teknis, posisi Makassar naik dari peringkat 38 menjadi 20 dari 43 kabupaten/kota yang mengikuti piloting nasional.

Hingga 1 September 2026, sebanyak 138.237 kepala keluarga (KK) telah terdata. Angka itu mencapai 29,72 persen dari total 465.207 KK yang menjadi sasaran pendataan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meminta camat, lurah, hingga RT/RW memastikan Agen Perlinsos atau Agen Perisai aktif mendampingi masyarakat.

Makassar merupakan salah satu dari 43 daerah yang ditetapkan sebagai wilayah piloting nasional Perlinsos Digital. Karena itu, pemerintah daerah diminta memastikan proses pendaftaran dan pemutakhiran data berjalan hingga tingkat lingkungan.

"Ini menjadi contoh di Indonesia, Makassar salah satu masuk di Indonesia yang jalan program, dan gongnya Makassar dipilih kerjakan," ujar Appi, Selasa (1/9/2026).

Appi menekankan, keberadaan agen tidak boleh sebatas administratif. Agen Perisai harus membantu masyarakat mengakses layanan sekaligus memperbarui data perlindungan sosial secara akurat.

"Maka dari itu, bapak ibu sekalian, camat, lurah, RT/RW harus kontrol aktivitasnya supaya benar-benar berjalan," tegasnya.

Dinsos Makassar mencatat terdapat 8.732 Agen Perlinsos. Namun, baru 3.467 agen yang aktif melakukan pendataan.

Andi Bukti mengatakan sebagian agen, terutama dari unsur RT/RW, masih menunggu bimbingan teknis setelah datanya dikirim ke tingkat pusat. Penguatan kapasitas agen akan dilakukan untuk memperluas cakupan pendataan.

Capaian antarwilayah juga masih beragam. Kecamatan Sangkarrang mencatat progres tertinggi sekitar 50 persen. Ujung Tanah mencapai 40,12 persen, Mariso 37,40 persen, Bontoala 31,20 persen, sedangkan Makassar dan Tamalate berada di kisaran 31 persen.

Sejumlah wilayah lain masih berada di bawah angka tersebut, seperti Manggala 22 persen, Rappocini 23,19 persen, Wajo 21,75 persen, dan Panakkukang 27,94 persen.

Dinsos masih menemukan kendala koordinasi antara RT/RW dan petugas pendataan atau IPSSM di sejumlah wilayah. Selain itu, sebagian warga dari kelompok ekonomi menengah ke atas masih enggan mengikuti pendataan karena menganggap Perlinsos hanya berkaitan dengan bantuan sosial.

Pemkot Makassar terus mendorong edukasi agar masyarakat memahami bahwa Perlinsos Digital berfungsi membangun basis data sosial yang lebih akurat dan mutakhir. Data tersebut diharapkan membantu pemerintah menetapkan kebijakan perlindungan sosial secara lebih tepat sasaran.