Gedung MULO, Jejak Sekolah Kolonial di Jantung Makassar

Gedung MULO di era kolonial - (foto by Simcabud)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di tengah geliat Kota Makassar yang kian modern, sebuah bangunan bergaya Eropa klasik masih berdiri anggun di Jalan Jenderal Sudirman, Gedung MULO.

Nama MULO merupakan akronim Meer Uitgebreid Lager Onderwijs. Bagunan ini dulunya ruang belajar bagi anak-anak pribumi pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Letaknya strategis, tepat berseberangan dengan rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. Bangunan ini diapit Jalan Sungai Saddang dan Jalan Batu Putih, sehingga mudah dikenali oleh siapa pun yang melintas di kawasan pusat kota.

Melansir laman simcabud.makassarkota.go.id, Meer Uitgebreid Lager Onderwijs merupakan  istilah yang bermakna pendidikan dasar yang diperluas, setara dengan jenjang sekolah menengah pertama pada masa kini.

Pada masa itu, kesempatan bersekolah di MULO tidak terbuka bagi semua kalangan. Mengutip sumber yang sama, siswa umumnya berasal dari keluarga pegawai pemerintah kolonial atau golongan tertentu. Kondisi ini memperlihatkan adanya diskriminasi sosial dalam akses pendidikan. Meski begitu, sekolah ini tetap melahirkan generasi terpelajar yang kelak ikut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Menurut laman simcabud.makassarkota.go.id, Gadung MULO telah berdiri sejak 1927, artinya sudah berusia 99 tahun.

Dari sisi desain, gedung ini mengusung langgam arsitektur klasik Eropa yang berpadu dengan sentuhan lokal. Perpaduan itulah yang membuatnya bukan sekadar bangunan sekolah, melainkan juga simbol pertemuan budaya di masa lampau.

Kini, fungsi gedung telah berubah. Bangunan ini dimanfaatkan sebagai kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan. Perawatannya yang terjaga membuat gedung ini tetap tampak kokoh dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Makassar.

Gedung MULO juga kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan budaya dan pariwisata. Keunikan wajahnya yang bernuansa kolonial menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang ingin menyelami sejarah kota.