BBM Jadi Rebutan, Antrean 'Mengular' di Makassar-Gowa

Antrean kendaraan roda dua pada salah satu SPBU di Jalan Poros Malino, Jumat (11/9) - (foto by Rini)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar  — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terlihat di sejumlah SPBU dan titik penjualan BBM di wilayah Makassar dan Gowa, Sulawesi Selatan.

Kondisi tersebut membuat warga harus rela menunggu dalam waktu cukup lama. Antrean kendaraan terlihat di sejumlah lokasi, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga truk.

Salah satu antrean panjang terlihat di SPBU Tala’salapang, Jalan Sultan Alauddin, tepat di samping Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Jumat (11/9).

Antrean didominasi sepeda motor dan mobil. Kendaraan terlihat berjejer panjang hingga lebih dari 2 kilometer dari lokasi SPBU.

Panjangnya antrean membuat sebagian warga harus menyediakan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Bahkan, ada pengendara yang memilih datang sejak malam dan kembali mengantre pada pagi hari.

Salah seorang pengendara motor Jumi, mengaku sudah mencoba mendapatkan BBM jenis pertalite sejak malam sebelumnya. Namun, stok BBM di SPBU tersebut habis saat dirinya sedang mengantre.

“Semalam saya sudah antre, tapi BBM-nya habis. Sekitar jam 22.30 WITA saya sudah mulai ikut antre di SPBU Tala’salapang,” kata Jumi.

Tidak ingin kembali kehabisan BBM, Jumi kemudian kembali mengantre pada pagi hari. Namun, ia tetap harus menunggu cukup lama.

“Pagi ini antre lagi hampir tiga jam. Pindah ke SPBU lain juga sama, antreannya panjang. Mau pindah ke Pertamax tapi mahal,” ujarnya.

Bagi sebagian warga, mengantre BBM hari ini menjadi pilihan agar aktivitas mereka pada hari berikutnya tidak terganggu.

Hal itu dilakukan Aan, warga yang tinggal di wilayah perbatasan Gowa-Makassar. Ia berencana berangkat ke Takalar pada besok pagi untuk bekerja.

Aan memilih mengisi BBM dan mengantre sejak hari ini karena khawatir tidak mendapatkan BBM saat hendak berangkat besok.

“Besok pagi saya harus ke Takalar untuk kerja. Saya takut kalau besok baru cari BBM malah terlambat sampai di tempat kerja, jadi saya pilih antre hari ini,” kata Aan.

Jarak tempat tinggal Aan yang berada di perbatasan Gowa-Makassar dengan lokasi kerjanya di Takalar membuat ketersediaan BBM menjadi hal penting untuk perjalanan sehari-hari.

Ia berharap kondisi antrean BBM segera kembali normal sehingga warga tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

Antrean serupa juga terlihat di wilayah Gowa. Di kawasan Jalan Katangka, warga terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM di salah satu Pertamini.

Selain antrean yang cukup panjang, harga BBM di lokasi tersebut juga disebut mengalami kenaikan hingga sekitar Rp20 ribu per liter.

Kondisi antrean juga terlihat di SPBU yang berada di Jalan Poros Malino, Gowa. Kendaraan roda dua, mobil hingga truk terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM.

Keberadaan kendaraan yang mengantre di badan jalan membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut ikut tersendat. Pengendara yang tidak sedang mengisi BBM pun harus merasakan dampak kepadatan kendaraan.

Hamid, salah seorang pengendara yang melintas di kawasan tersebut, mengaku hanya bisa bersabar menghadapi kemacetan.

“Bukan saya yang ikut antre BBM, tapi dampaknya tetap kami rasakan karena jalan jadi macet. Mau lewat juga harus pelan dan bersabar,” kata Hamid.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Harapannya pemerintah segera mencari solusi. Antrean BBM di mana-mana seperti ini jangan sampai terus berlarut-larut karena masyarakat yang tidak ikut antre juga terkena dampaknya,” ujarnya.