Google Doodle 17 Desember 2025 Tampilkan 'Year in Search'

Tangkapan layar Google 17 Desember 2025

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Google kembali menghadirkan Google Doodle bertema “Year in Search” pada 17 Desember 2025, menandai tradisi tahunan yang selalu menarik perhatian pengguna internet di berbagai belahan dunia. 

Melalui Doodle ini, Google merangkum perjalanan satu tahun penuh lewat topik, peristiwa, dan pertanyaan yang paling sering dicari sepanjang 2025.

Year in Search bukan sekadar daftar kata kunci terpopuler. Lebih dari itu, inisiatif ini menjadi potret kolektif tentang apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dicari manusia di tengah dunia yang terus berubah. Dari isu global hingga fenomena budaya populer, semua tercermin melalui miliaran pencarian yang dilakukan setiap hari.

Tren Pencarian 2025

Google Doodle edisi 17 Desember 2025 hadir sebagai pintu masuk visual menuju refleksi tersebut. Pada tampilan doodle akan ada tombol play yang jika ditekan akan mengajak pengguna untuk menengok kembali momen-momen penting yang mewarnai tahun 2025, beberapa diantara ada yang datang dari Indonesia yakni video viral bocah saat pacu jalur Riau. Ada juga penggalan video kebakaran Hollywood dan beberapa film animasi yang booming di 2025.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Google menggunakan pendekatan visual yang sederhana namun sarat makna. Setiap elemen dalam Doodle menggambarkan perjalanan waktu, perubahan global, serta keberagaman pengalaman manusia dalam satu tahun terakhir.

Sepanjang 2025, tren pencarian diperkirakan kembali menunjukkan bagaimana dunia bergerak dengan cepat dan penuh tantangan. Beberapa kategori yang biasanya menjadi sorotan dalam Year in Search meliputi:

Peristiwa global dan nasional, mulai dari perkembangan teknologi, isu lingkungan, hingga momen penting di berbagai negara.

Tokoh dan figur publik, baik dari dunia olahraga, hiburan, sains, maupun pemimpin yang memberi pengaruh besar.

Budaya dan hiburan, seperti film, musik, serial, serta fenomena media sosial yang viral.

Pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa”, yang mencerminkan upaya masyarakat untuk memahami situasi, mengambil keputusan, dan mencari makna.

Google mengelompokkan tren tersebut bukan untuk menilai mana yang benar atau salah, melainkan untuk menampilkan apa yang paling banyak dicari. Inilah yang membuat Year in Search menjadi refleksi jujur tentang rasa ingin tahu kolektif manusia.

Melalui Year in Search, Google tidak hanya menyajikan data, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa rasa ingin tahu adalah kekuatan yang menyatukan. Saat 2025 mendekati akhir, Doodle ini menjadi ajakan untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, dan melangkah ke depan dengan pemahaman yang lebih baik.