Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.300 Meter

Gunung Semeru - (foto by Antara)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi. Kolom abu hasil letusan terpantau mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak Mahameru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 05.55 WIB. Berdasarkan laporan pengamatan, kolom abu teramati hingga ketinggian 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.55 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati sekitar 1.300 meter di atas puncak atau 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Kolom abu yang muncul berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Abu erupsi terpantau bergerak ke arah timur laut.

Aktivitas erupsi tersebut tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter. Durasi erupsi sementara mencapai sekitar 2 menit 20 detik dan masih berlangsung ketika laporan dibuat.

Catatan petugas menunjukkan Gunung Semeru telah mengalami empat kali erupsi pada Minggu sejak pukul 00.21 WIB hingga 06.22 WIB. Tinggi kolom letusan yang teramati bervariasi, mulai sekitar 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak.

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku di sekitar kawasan gunung api tersebut.

Petugas melarang masyarakat melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat di luar radius tersebut juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujar Liswanto.

Sumber: Antara