Harga Ayam Melonjak Jelang Idulfitri, Pembeli Tetap Ramai
Penjual ayam di Pasar pagi Camabayya Gowa ramai pembeli, Kamis (19/3) - (foto by Rini)
CELEBESMEDIA.ID, Gowa - Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga ayam di Pasar Pagi Cambayya Gowa mengalami kenaikan signifikan. Meski demikian, aktivitas jual beli tetap ramai.
Sejak pagi hari, pasar tampak dipadati pembeli. Suasana ramai terlihat dari antrean warga di lapak pedagang ayam, suara tawar-menawar yang bersahutan, hingga lalu lalang kendaraan yang membuat area sekitar pasar menjadi lebih padat dari biasanya.
Beberapa pedagang bahkan terlihat sibuk melayani pembeli tanpa henti hingga menjelang siang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (19/3), harga ayam kampung kini berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per ekor. Sementara ayam kampung jantan berukuran besar dijual hingga Rp200 ribu sampai Rp250 ribu per ekor.
Kenaikan ini cukup terasa dibandingkan awal Ramadan. Saat itu, harga ayam kampung masih berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp100 ribu, sedangkan ukuran besar sekitar Rp150 ribu per ekor.
Pedagang ayam di pasar tersebut, Daeng Sira’, menyebut lonjakan harga ini sudah menjadi pola tahunan menjelang Lebaran.
“Harga ayam memang selalu melonjak mendekati Idulfitri, tapi meski begitu tetap ramai pembeli,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa lokasi pasar yang strategis turut menjadi alasan tingginya jumlah pembeli. Hanya berjualan beberapa jam ia mampu meraup omzet jutaan rupiah.
“Pasar ini memang menjadi salah satu pilihan penjual ayam kampung karena ramai pembeli. Apalagi letaknya di tengah jalan. Tapi jualan di sini batasnya sampai jam 8 atau 9 saja, itu sudah harus bersih lokasi agar tidak ganggu lalu lintas. Tapi tetap habis ayam dijual sekitar 10 atau 15 ekor pasti habis karena banyak yang cari,” jelasnya.
Selain ayam kampung, harga ayam potong juga ikut mengalami kenaikan. Ety, salah satu pedagang ayam potong, mengatakan bahwa harga ayam ukuran 1,7 kilogram saat ini mencapai Rp70 ribu per ekor, naik dari sebelumnya Rp55 ribu hingga Rp60 ribu.
Untuk ayam dengan berat 2 kilogram ke atas, harganya berkisar Rp75 ribu hingga Rp95 ribu per ekor, tergantung ukuran.
“Harga dari pemasok juga mahal. Kita penjual ambil per kilo itu sekitar Rp32 ribu, jadi ayam 2 kg saja modalnya sudah Rp64 ribu, agak tipis untungnya,” ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan Owner ayam potong SB, Suwandi, ia mengungkapkan dibanding 5 tahun terakhir, harga ayam tahun ini yang tertinggi.
"Pecah rekor tertinggi tahun ini. Bahkan ada yang kena Rp95 ribu per ekor. Karena dari pemasok juga tinggi harganya Rp32 ribu per kilogram, biasanya cuma Rp28 ribu per kilogram," tandasnya.
Sama dengan peminat ayam kampung, ayam potong juga diserbu pembeli. Beberapa pembeli harus sabar antre hingga pesanan mereka selesai dibersihkan pedagang ayam potong.
"Antre panjang, sejak baru buka tadi pagi sampai siang ini masih antre pembeli karena banyak pembeli yang sampaikan katanya besok (Jumat 20 Maret) sudah lebaran," lanjutnya.
Para pedagang memperkirakan harga ayam akan kembali normal sekitar satu pekan setelah Idulfitri, seiring menurunnya permintaan masyarakat.
