2 Gedung RSUD Syekh Yusuf Gowa Terbakar: IPSRS dan Radiologi

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melalap 2 gedung di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Jumat (29/5) - (foto by Rin)

CELEBESMEDIA.ID, GowaKebakaran terjadi di RSUD Syekh Yusuf Gowa pada Jumat siang (29/5) sekitar pukul 12.36 WITA.

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr. Gaffar T. Karim menjelaskan  ada 2 gedung terdampak. Dari dua gedung tersebut 1 gedung habis terbakar yakni Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) dan gedung radiologi hanya sebagian yang terdampak.

"Jadi ada dua ya gedung ya. Satu yang habis full, IPSRS, perawatan dan sarana rumah sakit, dan sebagian radiologi," jelas dr. Gaffar.

"Radiologi lama, jadi saya kurang tahu sementara diinvestigasi alat apa saja yang IPSRS, karena alat yang rusak larinya ke sini semua untuk perbaikan dan seterusnya,' lanjutnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa, Samsul Bahri Bali membenarkan api diketahui membakar dua gedung, yaitu gedung perlengkapan dan gedung radiologi. Kedua area tersebut mengalami dampak langsung sebelum api berhasil dikendalikan.

"Identifikasi awal. Ada dua gedung, yaitu dari perlengkapan maupun radiologi," jelasnya.

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa mengerahkan armada penuh dan meminta bantuan dari Makassar untuk mempercepat proses pemadaman.

Total kekuatan yang diturunkan 5 armada dari Damkar Gowa dan 7 Damkar Makassar. Total 12 unit armada dan sekitar 50 personel gabungan.

Petugas kemudian melakukan pemblokiran api agar tidak menjalar ke bangunan lain di kompleks rumah sakit.

“Langkah awal kami itu yang pertama kita lakukan untuk memblokir, sehingga tidak merembet ke gedung-gedung yang lain.”

Api berhasil dikuasai sekitar 30 menit setelah pemadaman dimulai, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan selama kurang lebih 30 menit untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

“Setengah jam api sudah dapat kami kuasai, kemudian setengah jam lagi kami melakukan pendinginan.”

Saat ini, kondisi di lokasi sudah berangsur aman. Namun, tim masih melakukan identifikasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti serta menghitung potensi kerugian materi.