Listrik Padam? Jangan Lakukan 5 Hal Berbahaya Ini

Ilustrasi listrik padam - (foto by freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemadaman listrik tidak selalu sekadar membuat rumah gelap. Sejumlah tindakan yang dilakukan untuk mencari penerangan atau sumber listrik pengganti justru dapat membahayakan jika tidak berhati-hati.

Pemadaman listrik bisa terjadi kapan saja, baik karena gangguan jaringan, cuaca buruk maupun kondisi darurat lainnya. Dalam situasi tersebut, masyarakat biasanya langsung mencari sumber penerangan dan listrik alternatif.

Namun, tidak semua cara aman dilakukan ketika listrik padam. Beberapa kebiasaan yang terlihat sederhana justru dapat meningkatkan risiko keselamatan di rumah.

Merangkum berbagai sumber, berikut hal sederhana yang ternyata berbahaya dilakukan saat listrik padam.

1. Hindari Penggunaan Lilin

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Buku Pedoman Keluarga Siaga Bencana mengingatkan masyarakat untuk menggunakan senter, bukan lilin, ketika listrik padam.

Lilin memang dapat menjadi sumber penerangan ketika listrik padam. Namun, api terbuka juga membawa risiko kebakaran. Jika lilin terpaksa digunakan, lilin harus ditempatkan pada wadah yang aman dan jauh dari benda yang mudah terbakar. Lilin yang menyala juga tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan

2. Menyalakan genset di dalam rumah

Salah satu kesalahan paling berbahaya ketika listrik padam adalah menempatkan generator atau genset di dalam rumah, garasi, basement, maupun area yang minim ventilasi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), generator berbahan bakar dapat menghasilkan karbon monoksida (CO), yakni gas yang tidak berwarna dan tidak berbau tetapi dapat menyebabkan keracunan hingga kematian.

CDC menyarankan generator ditempatkan di luar ruangan dan berjarak sedikitnya 20 kaki atau sekitar 6 meter dari jendela, pintu, dan ventilasi bangunan. 

Karena tidak memiliki bau maupun warna yang khas, karbon monoksida bisa terhirup tanpa disadari. Gejala keracunan antara lain sakit kepala, pusing, lemas, mual, muntah, nyeri dada dan kebingungan.

3. Menggunakan kompor gas untuk menghangatkan ruangan

Ketika listrik padam, sebagian orang mungkin tergoda memanfaatkan kompor atau oven gas sebagai sumber panas. Cara ini sebaiknya tidak dilakukan.

Mengutip panduan keselamatan CDC, kompor atau oven gas tidak boleh digunakan untuk memanaskan rumah. Perangkat yang menggunakan bahan bakar juga dapat meningkatkan risiko paparan karbon monoksida jika digunakan dengan cara yang tidak semestinya.

Untuk kondisi suhu yang ekstrem, langkah yang lebih aman adalah mencari tempat yang memiliki sumber listrik dan kondisi lingkungan yang sesuai, terutama jika rumah sudah tidak nyaman atau tidak aman untuk ditempati.

4. Membakar arang atau menggunakan alat masak portabel di dalam rumah

Arang, pemanggang, kompor kemah dan perangkat pembakaran lainnya bukan pengganti kompor listrik yang aman untuk digunakan di dalam rumah.

CDC menegaskan bahwa pembakaran arang dapat menghasilkan karbon monoksida. Gas tersebut dapat menumpuk di ruang tertutup dan menyebabkan keracunan. Karena itu, perangkat berbahan bakar seperti pemanggang arang dan kompor kemah harus digunakan di luar ruangan, bukan di dalam rumah, tenda atau kendaraan. 

Risikonya menjadi lebih besar ketika penghuni rumah tidur sehingga gejala keracunan tidak segera dikenali.

5. Waspadai kabel listrik yang jatuh

Ada satu bahaya lain yang tidak boleh diabaikan, terutama jika pemadaman terjadi setelah hujan lebat, angin kencang atau bencana.

Jangan pernah menyentuh kabel listrik yang jatuh. Kondisinya mungkin masih dialiri listrik meskipun jaringan di sekitar rumah terlihat padam.

Sumber: BNPB/CDC