21.501 KK Tamalanrea-Biringkanaya Dapat Iuran Sampah Gratis
CELEBESMEDIA.ID, Makassar— Pemerintah Kota Makassar memperluas program iuran sampah gratis ke lebih banyak rumah tangga. Kebijakan tersebut menyasar warga di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya dengan perluasan kategori penerima berdasarkan daya listrik rumah.
Di Tamalanrea, sebanyak 5.366 rumah dengan daya listrik 450 VA hingga 900 VA telah menerima pembebasan iuran sampah sejak 2025. Pada 2026, cakupan diperluas kepada rumah dengan daya listrik 1.300 VA yang berpotensi menambah 7.135 kepala keluarga (KK).
Dengan demikian, total potensi penerima program iuran sampah gratis di Tamalanrea mencapai 12.501 KK.
Sementara di Biringkanaya, sebanyak 6.103 KK telah menikmati pembebasan iuran sejak 2025. Pemkot Makassar menyiapkan tambahan sekitar 3.000 rumah sebagai penerima baru.
Jika perluasan tersebut terealisasi, total tambahan penerima di kedua kecamatan mencapai sekitar 10.135 KK. Angka itu berasal dari 7.135 KK di Tamalanrea dan sekitar 3.000 rumah di Biringkanaya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan perluasan program tidak hanya bertujuan mengurangi beban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembenahan sistem persampahan.
"Kalau selama ini hanya di KWh meter rumah itu 450 sampai 900 watt, tahun ini insyaallah kita naikkan yang 900 sampai ke 1.300," kata Appi.
Kebijakan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya di Makassar, Sabtu (5/9/2026) malam.
Menurut Appi, pembebasan iuran harus diikuti kewajiban masyarakat memilah sampah dari rumah. Pemkot Makassar ingin pengelolaan sampah dimulai dari sumber agar beban penanganan di tingkat hilir dapat ditekan.
"Kalau listriknya dari 450 sampai 1.300, iuran sampahnya kita akan bebaskan. Maka dari itu, ini penting sekali, pilah sampah' ta," imbuh Ketua IKA FH Unhas itu.
Pengelolaan sampah berbasis kelurahan, RT, dan RW juga terus didorong. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat kebijakan, tetapi ikut bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.
Khusus Biringkanaya, Appi menilai kapasitas pengolahan sampah perlu ditingkatkan seiring jumlah penduduk yang mendekati 300 ribu jiwa. Saat ini terdapat tujuh TPS3R yang dinilai belum memadai untuk menangani volume sampah di wilayah tersebut.
"Di Biringkanaya ini dengan penduduk yang sangat banyak, harusnya memang TPS3R ini tidak cukup kalau cuma tujuh," tuturnya.
Karena itu, Pemkot Makassar berencana memperkuat infrastruktur pengolahan sampah sekaligus membenahi sistem Bank Sampah Unit (BSU). Pembenahan diarahkan agar transaksi sampah nonorganik kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Program persampahan juga dikaitkan dengan pengembangan urban farming. Pemanfaatan lahan terbatas di tingkat masyarakat dinilai dapat membantu menjaga lingkungan sekaligus mendukung ketersediaan pangan.
Appi berharap perluasan iuran sampah gratis berjalan seiring dengan perubahan perilaku warga. Pembebasan pembayaran, kata dia, harus menjadi insentif untuk membangun pola pengelolaan sampah yang lebih tertib, mandiri, dan partisipatif.
