Museum Kota Makassar: Dari Balai Kota Belanda Jadi Destinasi Edukasi
Museum Kota Makassar - (foto by Instagram/@bpkebudayaansulsel)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ingin mengenal Makassar lebih dalam, bukan sekadar kuliner dan pantainya? Singgahlah ke Museum Kota Makassar di Jalan Balaikota No. 11 A. Lokasinya tak jauh dari kantor Balaikota.
Bangunan tuanya menyimpan kisah panjang kota ini, dari zaman kerajaan, kolonial, hingga kemerdekaan. Gedung ini awalnya berfungsi sebagai kantor Pemerintah Gemeente Makassar, yakni pusat pemerintahan kota di masa Hindia Belanda.
Pembangunannya berkaitan dengan naiknya status Makassar menjadi kota besar (Gemeente) pada awal abad ke-20. Gedung ini juga tercatat sebagai kantor pertama yang berdiri di luar Benteng Rotterdam.
Wikipedia mencatat bangunan ini baru berani didirikan setelah Belanda merasa aman tinggal di luar benteng di tahun 1916.
Fungsinya terus berganti hingga akhirnya diresmikan sebagai museum pada 7 Juni 2000. Gagasan ini datang dari Wali Kota Baso Amiruddin Maula di awal masa jabatannya.
Gaya bangunan Neo Klasik, perpaduan unsur Renaisans dan Gotik yang menonjol pada deretan pilaster di dinding, jendela melengkung, dan ornamen molding di tiap pilaster.
Sentuhan Gotik tampak pada konsol atap yang menjorok. Tata letaknya mengusung konsep "Garden City", dengan halaman di sekeliling gedung. Tangga utama di tengah aula membuat interiornya terasa seimbang dan simetris.
Di dalam bangunan berusia 110 tahun tersebut ada banyak benda bersejarah. Diantaranya Patung Ratu Wilhelmina yang merupakan penghargaan Belanda bagi Makassar yang kala itu dipandang berpotensi besar di kawasan timur Nusantara.
Ada juga bata reruntuhan Benteng Somba Opu dan Benteng Tallo yang menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo.
Koleksi keramik dan porselen Cina di dalam museum ini menjadi bukti ramainya perdagangan internasional di Pelabuhan Makassar. Terdapat pula lukisan dan penjelasan sejarah tentang Makassar sebagai bandar niaga dunia berkat kebijakan "pintu terbuka".
Museum Kota ini bisa diakses untuk masyarakat umum setiap hari, kecuali Senin. Bagi yang ingin menelusuri jejak sejarah Makassar datanglah ke Museum Kota Makassar, baiknya membawa kamera sebab di sini Anda bisa belajar sejarah sekaligus mendapat foto bernuansa Eropa klasik.
