5 Fakta di Balik Sejarah Hari Perempuan Internasional
Patung Millicent Fawcett, tokoh pejuang hak suara perempuan di Inggris - foto by Wikipedia
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – International Women's Day diperingati
setiap 8 Maret. Tahun 2023 ini peringatan Hari Perempuan Internasional 2023
bertema "DigitALL: Innovation and technology for gender equality”
atau merangkul keadilan dalam memperingati Hari Perempuan Internasional 2023.
Diharapkan tema ini dapat mengajak perempuan untuk menentang stereotip gender,
diskriminasi, dan mengupayakan inklusi.
Dalam sejarah terukir jika lahirnya Hari Perempuan
Internasional dilatar belakangi peristiwa yang dialami perempuan di masa
lampau.
Berikut ini 5 Fakta di balik sejarah Hari Perempuan
Internasional.
1. Berawal dari unjuk rasa 15.000 perempuan
Perayaan ini dimulai pada 1908 ketika 15.000 perempuan
melakukan aksi demo di New York, Amerika Serikat, menyuarakan hak mereka
tentang peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja.
2. Digagas oleh Clara Zetkin
Pada 1910, Pemimpin 'Kantor Perempuan' Partai Sosial
Demokrat Jerman, Clara Zetkin mengajukan sebuah gagasan untuk menetapkan Hari
Perempuan Internasional yang menyarankan setiap negara merayakan satu hari
dalam setahun untuk mendukung aksi tuntutan perempuan.
Gagasan itu disetujui Konferensi perempuan dari 17 negara
yang beranggotakan total 100 perempuan. Sehingga disepakati 19 Maret 1911
sebagai perayaan pertama Hari Perempuan Internasional di Austria, Jerman,
Denmark dan Swiss.
3. Pertama kali diperingati di 4 negara
Gagasan itu disetujui Konferensi perempuan dari 17 negara
yang beranggotakan total 100 perempuan. Sehingga disepakati 19 Maret 1911
sebagai perayaan pertama Hari Perempuan Internasional di Austria, Jerman,
Denmark dan Swiss.
4. Pertama kali secara global diperingati tahun 1975
Diputuskanlah bahwa 8 Maret dapat menjadi hari yang diterima
secara global untuk merayakan IWD. Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati
oleh PBB pada 1975.
5. Makna tiga warna lambang IWD
Mengutip Media Indonesia, ada tiga warna menjadi lambang
Hari Perempuan Internasional, yakni ungu, hijau dan putih. Ungu melambangkan
keadilan dan martabat, hijau melambangkan harapan, dan putih melambangkan
kemurnian, yang sedikit dikawinkan dengan kontroversi. Warna-warna tersebut
berasal dari Women's Social and Political Union (WSPU) di Inggris pada 1908.
