The Fed Naikkan Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.748

Ilustrasi - (foto by freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Pergerakan rupiah terjadi setelah pasar mencermati keputusan terbaru bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg Senin pagi di pasar spot exchange, rupiah melemah 52 poin atau 0,29% ke level Rp17.748 per dolar AS.

Posisi tersebut lebih lemah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pada Rabu (16/9/2026), rupiah ditutup melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp17.695 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4,00 persen. Keputusan tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023.

Keputusan kenaikan suku bunga itu disetujui secara bulat oleh Federal Open Market Committee (FOMC) dengan suara 12-0. Dalam pernyataannya, The Fed menyebut inflasi masih berada pada level tinggi dan kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung kembalinya inflasi ke target 2%.

Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan masih adanya kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada 2026\. Pasar pun mencermati arah kebijakan moneter AS karena perubahan suku bunga dapat memengaruhi pergerakan dolar serta arus modal global.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar valuta asing, termasuk Indonesia. Penguatan dolar AS setelah keputusan The Fed dapat meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi respons pasar terhadap kebijakan The Fed serta perkembangan ekonomi global dan domestik.