Unggahan Terakhir Florencia Gunakan Pakaian Putih, Banjir Doa Netizen

Florencia Lolita Wibisino, pramugari ATR 42-500 Indonesia Air Transport PK-THT dalam unggahan terakhir di media sosial Instagram tampak mengenakan pakaian serba putih - (foto by Instagram/@olen.flw)


CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang pertama teridentifikasi adalah Florencia Lolita Wibisono.

Florencia, yang akrab disapa Olen (33 tahun) merupakan warga Pulo Gadung, Jakarta Timur. 

Pasca kecelakaan pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, akun media sosial instagram Florencia banjir doa dari netizen.

Berdasarkan penelusuran, unggahan terakhir Florencia di akun Instagram pribadinya @olen.flw tercatat pada 15 November 2025. Dalam unggahan tersebut, Olen tampak mengenakan busana serba putih saat berada di sebuah kafe. Ia menyertakan keterangan singkat berbunyi "blessed beyond words."

Unggahan itu kini dibanjiri komentar duka dari para pengikutnya yang tak menyangka bahwa foto tersebut menjadi salah satu jejak terakhir sang pramugari di media sosial.

"Fly hight beatiful soul, so landing di surga kak olen. Tuhan kuatkan ma Neltje Maramis dan keluarga," komentar seorang netizen.

"Surga tempatmu kaks," tulis netizen lainnya diikuti emoticon sekuntum mawar.

"Rest easy up there, mba Olenn sayang, selamanya Citra sayang sama mba Olen," komentar seorang rekan Florencia sebagai pramugari.

Hingga Rabu siang, unggahan tersebut telah dibanjiri lebih dari 500 komentar yang berisi doa dan ucapan belasungkawa.

Selain unggahan tersebut sorotan (highlight) Instagram terakhir Florencia per tanggal 13 Januari 2026 juga kembali disorot. Dalam unggahan tersebut, Olen terlihat menikmati waktu liburan di Danau Toba, Sumatra Utara, bersama kerabatnya.

Pilihan lagu yang digunakan dalam sorotan itu turut menyentuh perhatian warganet. Lagu dari penyanyi SZA dengan lirik "better live your life, we're running out of time", atau yang berarti “lebih baik jalani hidupmu, waktu kita semakin menipis”, dinilai seolah menjadi pesan mendalam yang kini terasa memilukan.

Melansir TribunTimur.com, Florencia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ia diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas sebagai pramugari di pesawat ATR 42-500 milik IAT.

“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos, anggota keluarga korban.

Sebelum bergabung dengan IAT, Olen menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya di Lion Air selama kurang lebih 13 hingga 14 tahun. Pengalamannya tak hanya terbatas sebagai awak kabin, tetapi juga sebagai trainer pramugari baru.

“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” ujar Ramos.

Bagi keluarga, kabar jatuhnya pesawat ATR 42-500 menjadi momen yang terasa memilukan.

Laporan: Rifki