Kronologi KM Risnawati Indah Meledak di Pelabuhan Paotere
Tim gabungan mengecek KM Risnawati Indah usai meledak dan terbakar di Pelabuhan Paotere, Makassar, Selasa (3/2/2026) pukul 5.00 WITA - (ist).
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Aktivitas pembongkaran ikan di Pelabuhan Paotere, Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar berubah mencekam pada Selasa (3/2/2026) dini hari sekitar pukul 05.00 WITA.
Peristiwa bermula saat sebuah kapal motor nelayan bernama KM Risnawati Indah yang dinakhodai Rusli Dg Ngewa bersandar di dermaga untuk melakukan bongkar muatan. Di pelabuhan itu memang menjadi tempat aktivitas bongkar muatan para nelayan yang baru tiba dari melaut.
Tanpa diduga, KM Risnawati meledak yang diduga kuat berasal dari bagian mesin.
Ledakan itu memicu kobaran api yang membuat orang-orang sekitar dermaga panik.
Selang beberapa saat api berhasil dipadamkan, namun sejumlah anak buah kapal yang sast kejadian masih berada di atas kapal tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga 9 orang terluka akibat insiden itu, terdiri dari delapan anak buah kapal (ABK) dan satu nahkoda.
Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki. Mayoritas korban mengalami luka berat, sementara satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka ringan. Dari total korban, dua di antaranya diketahui masih berusia 16 tahun.
Korban dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari Kodamar VI Makassar, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian, untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Kepala BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan meskipun kejadian berlangsung pada dini hari, personel gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
“Meski terjadi pada dini hari, tim bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan membantu evakuasi korban,” kata Fadli.
Adapun identitas korban yang tercatat yakni dg Gassing (37), dg Lanti’ (60), dg Tangga (65 – luka ringan), Rusli Dg Ngewa (45), dg Rahmat (44), dg Itung (35), Ardi (16), Putra (16), serta Irisanga Dg Gadding (65).
Fadli memastikan kondisi di Pelabuhan Paotere saat ini sudah aman, namun proses pendalaman untuk mengatahui penyebab pasti kapal meledak masih berlangsung.
“Kami BPBD Makassar tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sebagai prioritas. Kesiapsiagaan personel memungkinkan penanganan cepat,” ujarnya.
Laporan: Rifki
