Antrean Solar Picu Kemacetan di Jalan Gunung Bawakaraeng
Antrean solar picu kemacetan di Jalan Gunung Bawakaraeng, Kamis (3/9) - (foto by Bucek)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Antrean panjang truk dan bus yang hendak mengisi bahan bakar solar di SPBU Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, memicu kemacetan sepanjang sekitar satu kilometer.
Kendaraan yang mengantre meluber hingga ke badan jalan, memperlambat arus lalu lintas di salah satu ruas utama kota tersebut.
Pemandangan ini bukan hal baru bagi warga Makassar. Antrean serupa sudah menjadi rutinitas harian di sejumlah SPBU lain di kota ini, mulai dari Jalan AP Pettarani hingga Jalan Perintis Kemerdekaan.
Menanggapi kondisi ini, Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Siska Dwimarita Susanti meminta masyarakat untuk bersabar menghadapi kemacetan akibat antrean solar.
Pihaknya menegaskan personel Satlantas maupun polsek setempat telah disiagakan untuk mengantisipasi dampak antrean terhadap arus lalu lintas.
"Sudah selalu diantisipasi dan ada anggota baik dari Satlantas Polrestabes dan juga polsek setempat," ujar Siska, Rabu (2/9).
Ia menambahkan bahwa kemacetan akibat antrean solar akan mereda dengan sendirinya begitu pasokan BBM di Pertamina kembali normal.
"Antrean solar yang terjadi, kalau sudah ada stok BBM di Pertamina antrean juga tidak ada lagi," katanya.
Kepada pengguna jalan, Siska menyarankan agar mengatur waktu perjalanan lebih awal untuk mengantisipasi potensi perlambatan di sejumlah ruas jalan yang menjadi lokasi SPBU.
"Dihimbau kepada masyarakat untuk sabar di jalan jika terjadi antrean atau perlambatan dan optimalkan waktu perjalanan untuk bisa perkirakan dari rumah," ujarnya.
Persoalan antrean solar di Makassar sebenarnya sudah berlangsung hampir tiga bulan. Keluhan warga mulai muncul sejak pertengahan Juni, ketika sejumlah sopir truk dan bus mengaku harus menunggu berjam-jam, bahkan sejak dini hari, untuk mendapatkan solar.
Sopir mengaku kesulitan memperoleh solar tidak hanya di Makassar, tetapi juga di daerah lain seperti Maros hingga Luwu Timur, sehingga mereka harus datang lebih awal ke SPBU.
Sebelumnya diberitakan, pada Juli lalu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersikukuh bahwa stok dan penyaluran Biosolar bersubsidi di wilayah Sulawesi dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan tidak ada pengurangan kuota Biosolar bersubsidi di tengah antrean panjang yang terjadi di berbagai SPBU.
Menurut Lilik, antrean yang terjadi lebih dipengaruhi oleh tingginya permintaan pada jam-jam tertentu, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta proses verifikasi melalui sistem Subsidi Tepat—mekanisme yang mewajibkan kendaraan terdaftar sebelum bisa membeli solar bersubsidi.
Namun klaim tersebut belum sepenuhnya menjawab keresahan di lapangan. Hingga akhir Agustus, antrean di sejumlah SPBU Makassar dilaporkan masih terjadi hampir setiap hari, dengan kendaraan mengantre hingga berjam-jam sebelum mendapat giliran mengisi BBM.
