Antrean BBM Belum Tuntas, Munafri Desak Pertamina Percepat Penanganan
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga memperkuat langkah penanganan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Langkah tersebut dibahas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bersama Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto dan jajaran di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Minggu (13/9/2026). Pertemuan turut dihadiri Asisten I Pemkot Makassar Andi Irwan Bangsawan dan EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar.
Pembahasan mencakup ketersediaan stok dan distribusi BBM, kondisi antrean, serta optimalisasi pelayanan SPBU.
"Ya, tentu ini adalah upaya yang kita lakukan secara bersama-sama untuk memastikan stok ketersediaan BBM memenuhi kebutuhan masyarakat, serta teknis operasional di SPBU dimaksimalkan," ujar Appi.
Sejumlah langkah disiapkan untuk mengurai antrean, mulai dari sistem ganjil-genap, operasional SPBU selama 24 jam, penambahan kuota BBM, hingga pengaturan waktu dan jalur bagi kendaraan besar seperti truk dan bus. Pemkot juga menyiapkan opsi WFH bagi pegawai dan pembelajaran daring bagi siswa untuk mengurangi mobilitas jika diperlukan.
Appi menegaskan antrean harus segera dikendalikan karena berdampak pada mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Berbagi upaya sudah kita lakukan. Kondisi yang terjadi di Kota Makassar dengan antrean yang panjang ini, berusaha untuk kita urai dan meminimalisir antrean panjang terjadi belakangan," katanya.
Pemkot juga meminta Pertamina memastikan seluruh nozzle SPBU yang tersedia dioperasikan maksimal dengan dukungan operator yang memadai. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pelayanan dan mengurangi penumpukan kendaraan.
Appi menyebut kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai menunjukkan perkembangan, tetapi pengawasan tetap harus diperkuat. Pemkot bersama Pemprov Sulawesi Selatan, TNI, Polri, dan Pertamina akan melanjutkan koordinasi untuk mencegah antrean kembali memburuk.
"Pak Eko Ricky Susanto Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, kita berdiskusi tentang kondisi yang terjadi hari ini di Kota Makassar, dan langkah teknis mengatasi antrean menjawab kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Menurut Appi, penyelesaian antrean BBM membutuhkan keterlibatan seluruh pihak karena dampaknya tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga dapat mengganggu lalu lintas, mobilitas, dan aktivitas ekonomi.
Ia menegaskan Pemkot Makassar tidak ingin persoalan tersebut berlarut-larut dan akan terus mendorong langkah nyata di lapangan agar pelayanan BBM kembali berjalan normal.
