Jalan Seko Akhirnya Diperbaiki April 2026, Anggaran Rp68 Miliar

Jalan menuju Kecamatan Seko, Luwu Utara - (foto by sulselprov.go.id)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara yang diketahui memiliki medan ekstrem dan sulit dilalui kendaraan dipastikan akan dikerjakan April 2026.

Proyek ini menjadi langkah penting untuk membuka akses wilayah yang selama ini dikenal terisolasi dengan kondisi jalan ekstrem.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan total anggaran sebesar Rp68 miliar. Rinciannya, Rp48 miliar berasal dari pemerintah pusat melalui KemenPU, sementara Rp20 miliar dari Pemprov Sulsel.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengungkapkan bahwa proyek saat ini masih dalam tahap administrasi awal.

“Masih tahap SPPBJ. Rencana kontrak efektif mulai awal April,” ujar Rosyadi.

Ia menjelaskan, paket pekerjaan yang ditangani KemenPU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan bahkan telah lebih dulu berkontrak sejak 19 Desember 2025 dan kini mulai berjalan di lapangan. Sementara itu, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sulsel masih menunggu penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

Pembangunan jalan ini dinilai strategis karena akses menuju Seko selama ini didominasi jalan berlumpur, berbatu, dan harus melewati jembatan kayu yang berisiko tinggi, terutama saat musim hujan.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah membuka akses awal sepanjang 15,45 kilometer melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD) sebagai upaya mengurangi keterisolasian wilayah tersebut.

Pada tahap awal, pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan jalan beraspal serta penanganan titik-titik longsor. Proses penanganan longsor mencakup pengerukan material serta perbaikan tebing secara bertahap.

“Peningkatan jalan eksisting, termasuk opsi pengalihan trase di beberapa titik apabila memungkinkan,” kata Rosyadi.

Pembagian tugas antara pemerintah pusat dan daerah dilakukan berdasarkan segmen jalan. KemenPU menangani peningkatan jalan utama, sementara Pemprov Sulsel fokus pada penanganan longsor yang selama ini menjadi hambatan mobilitas.

“Penanganan dilakukan pada segmen yang berbeda,” ujarnya.

Proyek ini ditargetkan mencapai progres fisik 100 persen dalam tahun anggaran 2026. Adapun akses jalan yang benar-benar tembus hingga ke Seko direncanakan rampung secara bertahap hingga 2027.

Rosyadi memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan agar proyek berjalan sesuai rencana.

“Koordinasi berjalan, KemenPU menangani peningkatan jalan eksisting, Pemprov fokus pada penanganan longsor,” ucapnya.

Dengan adanya pembangunan ini, akses transportasi menuju Seko diharapkan semakin lancar, distribusi logistik membaik, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Luwu Utara.