Risiko Infeksi Mengintai Petugas Kurban saat Idul Adha
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dokter spesialis dermatologi dan
venereologi, dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV, mengingatkan
petugas penyembelihan hewan kurban agar menerapkan perlindungan diri saat
proses pemotongan hewan pada Hari Raya Idul Adha guna mencegah gangguan kulit
hingga risiko infeksi.
Menurut dr. Arini, paparan darah, kotoran, maupun cairan
tubuh hewan kurban dapat memicu iritasi kulit apabila tidak ditangani dengan
baik. Karena itu, petugas dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti
sarung tangan tahan air, sepatu bot, dan pakaian lengan panjang selama bekerja.
“Jika ada luka kecil di tangan sebaiknya ditutup terlebih
dahulu dengan plester tahan air sebelum bekerja,” kata dr. Arini, dikutip dari ANTARA,
Jumat (23/5).
Ia menjelaskan, kurangnya kebersihan saat menangani hewan
kurban dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri pada kulit, seperti impetigo,
selulitis, folikulitis, hingga abses kulit. Selain itu, terdapat pula risiko
zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama
apabila terdapat luka terbuka pada kulit.
Menurutnya, individu yang bekerja di lingkungan lembab dan
kurang higienis lebih rentan mengalami infeksi. Oleh sebab itu, dr. Arini
menyarankan petugas kurban melakukan vaksinasi tetanus sebagai langkah perlindungan
tambahan sebelum bertugas.
Selain menggunakan pelindung diri, petugas juga diminta
menghindari menyentuh wajah, mata, maupun mulut selama proses penyembelihan dan
pemotongan daging untuk meminimalkan risiko penularan penyakit. Setelah
pekerjaan selesai, petugas dianjurkan segera mencuci tangan dan membersihkan
bagian tubuh yang terkena kotoran atau darah hewan.
Jika terjadi iritasi kulit akibat paparan darah atau kotoran
hewan, dr. Arini menyarankan area terdampak segera dibersihkan menggunakan air
mengalir dan sabun lembut selama beberapa menit sebelum dikeringkan dan
diberikan pelembap.
Sementara apabila mengalami luka sayatan pisau, ia mengimbau
korban segera menghentikan perdarahan dengan menekan luka menggunakan kasa atau
kain bersih, kemudian membersihkan luka dengan air mengalir dan antiseptik
ringan sebelum menutupnya dengan perban steril.
“Bila luka cukup dalam, perdarahan sulit berhenti, atau
muncul tanda infeksi seperti bengkak, nanah, nyeri berat, maupun demam,
sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
