Politeknik Bosowa Tuan Rumah Semnastek 2026
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Politeknik Bosowa (Poltekbos) menjadi tuan rumah Seminar Nasional Teknik Elektro (Semnastek) 2026 yang dirangkaikan dengan Temu Regional Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (Fortei) Regional IV.
Kegiatan mengusung tema “Bridging Electrical Engineering Graduates with Global Industry Standards and Intelligent Ecosystems for Excellent Accreditation” dan berlangsung di Torilangi Ballroom, Gedung Menara Bosowa, Makassar, Rabu (23/9/2026).
Semnastek 2026 dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Direktur Politeknik Bosowa, Isminarti, Ketua Fortei Regional IV Yuli Asmi Rahman, Ketua Panitia Semnastek 2026 Syahrul Mustafa, serta akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan bidang teknik elektro.
Forum tersebut membahas tantangan pendidikan tinggi teknik elektro dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.
Munafri dalam sambutannya mendorong lulusan teknik elektro agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui kompetensi dan inovasi.
“Saya berharap lulusan sarjana teknik elektro ini atau melalui Fortei tidak lagi hanya berbicara tentang di mana bekerja. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana alumni mahasiswa ini nanti bisa menjadi pekerja.”
Munafri mengatakan perkembangan teknologi membuka peluang bagi lulusan teknik elektro untuk berkontribusi di berbagai sektor. Peluang tersebut antara lain kendaraan listrik, energi baru terbarukan, digitalisasi, dan Internet of Things (IoT).
Ia juga membuka peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, perguruan tinggi, dan Fortei untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi kebutuhan masyarakat dan persoalan perkotaan.
“Ini merupakan kesempatan yang baik buat saya agar kiranya ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Makassar dengan Fortei.”
Direktur Politeknik Bosowa Isminarti, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan dengan kemampuan akademik. Kita perlu memastikan mahasiswa memiliki kompetensi, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi perkembangan industri yang semakin dinamis,” ucapnya.
Menurut Isminarti, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut perguruan tinggi melakukan pembaruan dalam pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kerja sama dengan industri.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan organisasi profesi menjadi sangat penting. Melalui kolaborasi inilah kita dapat membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan menghasilkan lulusan teknik elektro yang mampu bersaing, berinovasi, serta memberikan solusi bagi masyarakat,” lanjutnya.
Sementara Ketua Panitia Semnastek 2026 Syahrul Mustafa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, penelitian, dan pengalaman dari perguruan tinggi maupun praktisi.
“Semnastek 2026 kami hadirkan sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan, penelitian, pengalaman, dan praktik terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Kami berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat melahirkan kolaborasi dan gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan teknik elektro dan kebutuhan industri,” tandas Syahrul.
Ia menambahkan tantangan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori. Perguruan tinggi juga dituntut membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu menyelesaikan persoalan nyata di dunia industri.
Dalam seminar nasional tersebut, sejumlah isu strategis dibahas. Salah satunya materi “Peningkatan Kinerja Dosen dan Riset: Pilar Strategis Membangun Ekosistem Prodi Berakreditasi Unggul” yang disampaikan Prof. Arief Udhiarto,
Selanjutnya, Dr. Isminarti menyampaikan materi mengenai peran strategis perguruan tinggi swasta di Indonesia dalam mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Sementara itu, kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri dibahas melalui materi “Menjembatani Kesenjangan: Membangun Lulusan Teknik Elektro yang Adaptif terhadap Kebutuhan Industri Global” yang disampaikan Andi Ibnu Munzir, selaku pelaksana K3 PT PLN Indonesia Power UBP Barru.
Rangkaian seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang dimoderatori Ir. Umar Muhammad.
Semnastek 2026 dilaksanakan secara hybrid sehingga dapat diikuti peserta secara langsung maupun daring.
Selain seminar nasional, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Paralel dan Temu Regional Fortei Regional IV. Agenda ini menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk bertukar gagasan, melakukan konsolidasi organisasi, membahas program kerja, dan menyinkronkan agenda Fortei ke depan.
Melalui kegiatan tersebut, Fortei bersama perguruan tinggi mendorong penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi teknologi.
Pelaksanaan Semnastek 2026 di Makassar diharapkan menjadi ruang pertemuan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempersiapkan lulusan teknik elektro yang kompeten, adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi kebutuhan industri global.
