Bukan El Nino, PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulselrabar akhirnya buka suara terkait penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) dalam dua hari terakhir.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan kondisi sistem kelistrikan di tiga wilayah tersebut masih berada dalam kendali PLN. Meski demikian, ia mengakui jika pasokan listrik dalam beberapa hari terakhir menghadapi tekanan akibat berkurangnya daya pembangkit yang tersedia.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kelistrikan dalam satu hingga dua hari terakhir bukan karena El Nino, tetapi adanya pemeliharaan pada salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berada di kawasan IPP Jeneponto.
Pembangkit tersebut memiliki kapasitas sekitar 125 megawatt (MW). Ketika unit pembangkit menjalani pemeliharaan, daya yang biasanya masuk ke sistem otomatis berkurang sehingga cadangan pasokan listrik menjadi lebih terbatas.
Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi pelaksanaan pemadaman bergilir di sejumlah daerah selama dua hari terakhir.
"PLN sejauh ini masih berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik agar tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Edyansyah.
Pemeliharaan pembangkit merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan fasilitas kelistrikan dan juga bagian dari mitigasi saat dampak dari El Nino mulai terasa. Namun, ketika pembangkit dengan kapasitas besar harus menjalani pekerjaan pemeliharaan, kemampuan sistem untuk menyediakan cadangan daya ikut mengalami penurunan.
Dalam kondisi seperti ini, pemadaman bergilir dapat dilakukan sebagai bagian dari pengaturan beban agar sistem kelistrikan tetap stabil. Saat ini memang benar terjadi penyusutan kapasitas air pada PLTA yang menjadi salah satu sumber listrik karena belum turunnya hujan, namun kondisi tersebut sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap produksi listrik PLN.
Edyansyah menegaskan bahwa PLN terus berupaya mengelola kondisi tersebut sehingga pelayanan listrik kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara normal setelah kapasitas pembangkitan tersedia.
"Pemeliharaan pada pembangkit ini berdampak terhadap berkurangnya pasokan tenaga listrik yang tersedia dalam sistem," jelasnya.
PLN UID Sulselrabar mencakup wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Ketiga wilayah tersebut memiliki kebutuhan listrik yang terus berkembang sehingga keseimbangan antara daya pembangkit, cadangan sistem, dan beban pelanggan menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan listrik. Berdasarkan data tahun 2025 jumlah pelanggan pada 3 wilayah itu sekitar 4,1 juta.
Pemadaman bergilir yang dirasakan masyarakat dalam dua hari terakhir tidak terlepas dari kondisi pasokan yang sedang mengalami penyesuaian tersebut.
Dengan adanya pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan, kapasitas sekitar 125 MW untuk sementara tidak dapat digunakan untuk memasok kebutuhan sistem. PLN pun perlu mengatur distribusi beban sesuai kondisi kelistrikan yang tersedia.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan memahami kondisi sistem selama proses pemeliharaan berlangsung. PLN juga terus memantau perkembangan pembangkit dan kondisi jaringan untuk memastikan sistem kelistrikan Sulselrabar tetap terkendali.
Diperkirakan pemeliharaan akan berlangsung sekitar empat hari ke depan sehingga diharapkan kondisi kelistrikan dapat kembali normal pada Kamis atau Jumat mendatang (3-4 Agustus). Pemadaman akan berlangsung selama 1-3,5 jam dalam satu sesi.
