Makassar Pelopor Jaminan Hari Tua Pekerja Rentan

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi kelompok pekerja rentan yang kerap luput dari proteksi keselamatan kerja.

Komitmen tersebut dipaparkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri sesi Wawancara Nasional Jamsostek Award Tahun 2026 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Pria yang akrab disapa Appi ini menjelaskan bahwa Pemkot Makassar terus meluncurkan berbagai terobosan inklusif yang melibatkan partisipasi aktif dari jajaran pemerintah daerah, sektor swasta, hingga tingkat masyarakat paling bawah.

"Dengan inovasi, kami melakukan kegiatan dengan menjadi kota pertama di Indonesia yang menghadirkan jaminan hari tua kepada seluruh pekerja rentan yang sudah terdata di Kota Makassar," kata Appi saat memaparkan program unggulannya.

Guna memastikan cakupan program ini berjalan optimal, Pemkot Makassar mengusung strategi penguatan di tingkat akar rumput. Salah langkah strategisnya adalah merangkul para ketua RT dan RW untuk mengemban peran sebagai agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Kehadiran RT dan RW dinilai sangat krusial karena posisi mereka yang paling dekat dengan realitas kehidupan warga sehari-hari.

Langkah inovatif lainnya turut menyasar internal birokrasi. Pemkot Makassar menggerakkan gerakan gotong royong dengan mendorong setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi penanggung perlindungan jaminan sosial bagi minimal satu pekerja rentan.

"Yang terakhir, kami memberikan kesempatan kepada sesama ASN untuk menjadi penjamin minimal satu orang dari para pekerja rentan yang ada di Kota Makassar untuk bisa ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.

Tidak berhenti di situ, sumber pembiayaan program ini juga diperluas melalui pemanfaatan dana *Corporate Social Responsibility* (CSR) dari pelaku usaha di sekitar wilayah operasional, serta rencana kemitraan strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk merangkul para pekerja keagamaan.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Appi menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan jaminan sosial bukan sekadar mengejar target angka kepesertaan. Lebih jauh, pemerintah berfokus memberikan rasa aman dari risiko kecelakaan kerja sekaligus kepastian hidup di masa tua.

"Mudah-mudahan dengan hadirnya BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi satu perisai yang sangat baik atau menjadi sebuah program yang diluncurkan oleh pemerintah untuk memberikan jaminan keselamatan kerja dan jaminan hari tua kepada masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di kota-kota," tutup Appi.