Proyek Karebosi Masuk Rencana 2027, Anggaran Rp48 Miliar
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar kembali memasukkan proyek penataan Lapangan Karebosi dalam rencana pembangunan 2027. Proyek tersebut belum dapat direalisasikan secara fisik pada 2026 karena pemerintah masih harus menyelesaikan persoalan hukum sekaligus menyusun ulang perencanaan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menyampaikan hal tersebut saat memaparkan Rancangan Perubahan APBD Kota Makassar 2026 dalam rapat paripurna bersama DPRD Makassar, Jumat (25/9/2026). Munafri memastikan Karebosi tetap menjadi salah satu proyek yang akan didorong pemerintah pada tahun depan.
"Maka dari itu, kita membuat satu perencanaan baru. Insyaallah tahun depan Karebosi akan jalan," kata Munafri.
Sebelumnya, proyek revitalisasi Karebosi telah dialokasikan sekitar Rp48 miliar pada 2026. Namun, anggaran tersebut tidak terserap karena pekerjaan fisik belum berjalan.
Pemkot Makassar kemudian memasukkan kembali rencana proyek tersebut dalam dokumen perencanaan 2027. Kebutuhan anggarannya diproyeksikan berada di kisaran Rp47 miliar hingga Rp48 miliar, meski nilai final masih harus melalui pembahasan APBD 2027 bersama DPRD.
Pemerintah terlebih dahulu melakukan penataan ulang perencanaan Karebosi, termasuk meninjau konsep pembangunan dan aspek hukum sebelum proyek masuk tahap pelaksanaan fisik.
Pembangunan Karebosi ditargetkan masuk dalam APBD Pokok 2027. Pemerintah juga membuka kemungkinan proyek dikerjakan dengan skema multiyears jika hasil perencanaan menunjukkan kebutuhan waktu pelaksanaan yang lebih panjang. Pelaksanaan revitalisasi Karebosi tidak dipaksakan pada 2026 karena masih terdapat persoalan hukum yang perlu diselesaikan.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin terbatas, Pemkot Makassar memilih menyusun kembali perencanaan agar desain, mekanisme pelaksanaan, serta aspek hukum proyek memiliki dasar yang lebih jelas sebelum pekerjaan dimulai.
Karebosi memiliki posisi strategis sebagai ruang terbuka dan fasilitas publik di pusat Kota Makassar. Kawasan tersebut juga diarahkan sebagai ruang interaksi masyarakat dan fasilitas aktivitas warga.
Selain Karebosi, Pemkot Makassar menyiapkan strategi **tender dini** untuk sejumlah proyek strategis yang perencanaannya telah siap.
Langkah ini dilakukan agar proyek tidak baru dimulai setelah memasuki Maret. Pekerjaan yang telah memenuhi kesiapan perencanaan dan administrasi ditargetkan dapat bergerak sejak awal 2027.
"Nah, ini kita akan memulai juga dengan beberapa kegiatan yang kita laksanakan secara tender dini. Jadi tidak menunggu lagi bulan tiga baru ada kegiatan, bulan satu sudah bisa jalan," jelasnya.
Strategi tersebut juga disiapkan untuk sejumlah proyek dengan waktu pengerjaan panjang atau multiyears.
Dengan tender dini, pemerintah berharap proses pelaksanaan proyek strategis dapat dimulai lebih cepat setelah tahapan penganggaran selesai.
Dalam rapat paripurna tersebut, Munafri menyampaikan pendapatan daerah pada Rancangan Perubahan APBD 2026 diproyeksikan sekitar **Rp4,56 triliun**, turun sekitar Rp128 miliar atau 2,75 persen dari APBD Pokok 2026 sebesar Rp4,69 triliun.
Sementara belanja daerah direncanakan sekitar Rp5,26 triliun, meningkat sekitar Rp90 miliar atau 1,76 persen dari APBD Pokok sebesar Rp5,17 triliun.
Defisit sekitar Rp699,85 miliar akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA Tahun Anggaran 2025.
Di tengah keterbatasan ruang fiskal tersebut, pemerintah menekankan bahwa program yang masuk dalam perubahan APBD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita memastikan bahwa anggaran perubahan (APBD-P) yang kita susun itu benar-benar bisa menjadi program yang bermanfaat buat masyarakat," ujar Munafri.
Pemkot Makassar dan DPRD selanjutnya akan membahas perubahan APBD secara lebih rinci. Untuk Karebosi, pemerintah menempatkan 2026 sebagai tahap penataan ulang perencanaan dan menargetkan pembangunan fisiknya mulai didorong pada 2027.
