Apeksi 2026: Melinda Aksa Ungkap Inovasi Pengelolaan Sampah

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menjadi salah satu pembicara yang menonjol dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.

Melalui forum Ladies Program di Gedung Warenhuis, Melinda memaparkan inovasi Pemerintah Kota Makassar dalam pengelolaan sampah berbasis perubahan perilaku masyarakat. Forum ini diikuti para Ketua PKK dari seluruh Indonesia dengan tema Perempuan Tangguh Penuh Percaya Diri.

Melinda menegaskan bahwa kunci utama pengelolaan sampah bukan hanya pada sistem, tetapi pada kesadaran masyarakat sejak dari rumah tangga.

"Kalau di masyarakat belum mampu memilah sampah dan mengubah kebiasaan, maka TPA akan terus terbebani oleh sampah yang sebenarnya sudah tidak boleh lagi berakhir di TPA."

Progres pembenahan TPA Antang, Makassar, telah mencapai lebih dari 40 persen. Pemerintah Kota Makassar menargetkan lokasi ini beralih dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill.

Jika dulunya sampah dibuang begitu saja tanpa proses pengolahan, pemilahan, atau pelapisan tanah. Sampah hanya ditumpuk begitu saja hingga menggunung. Dengan menerapkan metode sanitary landfill, sampah dibuang ke area cekung, dipadatkan dengan alat berat, lalu ditimbun dengan lapisan tanah setiap hari. Sistem ini dirancang khusus untuk mengisolasi sampah agar tidak mencemari lingkungan 

Melinda juga menjelaskan, PKK Makassar terus memperkuat edukasi hingga tingkat RT dan RW yang berpusat pada gerakan pemilahan mandiri dan pembentukan lembaga pengelola sampah skala mikro. 

Warga diwajibkan memilah sampah rumah tangga, dan pengurus RT/RW bertanggung jawab mengelola sampah dari rumah warga ke TPS/TPST sebelum diangkut ke TPA.

Selain itu ada juga pemberdayaan bank sampah hingga sentra tukar sampah.

Upaya tersebut juga melibatkan keluarga dan lembaga pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini.

Langkah ini menjadi bagian dari target Makassar Bebas Sampah 2029 yang menitikberatkan pada perubahan pola pikir masyarakat, bukan hanya pembangunan infrastruktur.

"Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah."

Melinda juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar program lingkungan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Sementara itu, di forum terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, turut memaparkan inovasi digital LONTARA+ dalam rangkaian Rakernas Apeksi 2026.

Roem menjelaskan bahwa platform tersebut menjadi penghubung layanan pengaduan masyarakat dengan seluruh perangkat daerah agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti lebih cepat dan terukur.

"Saya berbagi pengalaman mengenai bagaimana program ini berjalan di Kota Makassar sehingga masyarakat kini lebih mudah menyampaikan pengaduan dan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait."

Kehadiran dua figur ini memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu kota yang aktif menghadirkan inovasi, baik di bidang lingkungan maupun transformasi digital pelayanan publik pada forum nasional Apeksi 2026.