Ribuan Hektare Sawah dan Kebun di Sulsel Terendam Banjir

Ribuan hektare sawah di Sulsel terendam banjir, Jumat (3/5) - (foto by dok Pemprov Sulsel)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tak hanya menelan korban jiwa, banjir yang melanda pada Kabupaten Sulsel juga merendam ribuan hektare sawah.

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, tercatat 7.221 hektare lahan pertanian, 3.675 haktare lahan perkebunan jagung, dan 140 hektare lahan cabai disapu bersih banjir yang melanda sebagian wilayah Sulsel. 

Wilayah yang terdampak yaitu Kabupaten Pinrang, Sidrap, Soppeng, Wajo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur. 

Beberapa lahan yang terendam banjir kata PJ Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, ada yang tidak memiliki asuransi pertanian. 

"Kalau yang ada asuransinya ini seharusnya aman dan akan beres, tapi masalahnya ada juga lahan yang ternyata tidak ada asuransinya, saya sudah cek tenyata yang dipinggir pinggir kali ini Sungai-sungai ini tidak di asuransinya, seperti bone barat di uloe misalnya, kemudian dipinggir pinggir sungai di Belawa ini juga tidak ada asuransinya," ungkap PJ Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Rabu (8/7/2024).

Untuk lahan pertanian maupun perkebunan yang telah memiliki asuransi, kata PJ Gubernur tentu akan mendapatkan penggantian baik benih ataupun uang

Namun saat ini lahan yang belum memiliki asuransi, kata Bahtiar akan segera diberikan alternatif solusi sehingga warga diminta tak perlu khawatir.

"Yang tidak dapat asuransi harus dicarikan jalan keluar, nanti kita carikan jalan keluarnya. Seluruh bentuk kerugian termasuk harta benda itu harus kita perhitungkan dan kita perhatikan," tandasnya. 

Asuransi Pertanian merupakan suatu bentuk perlindungan kepada para petani, melalui perjanjian antara petani dan pihak perusahaan asuransi untuk mengikatkan diri dalam pertanggungan risiko usaha tani.

Laporan: Riski