Perputaran Ekonomi Makassar Half Marathon 2026 Capai Rp55 Miliar
Perputaran Ekonomi Makassar Half Marathon 2026 Capai Rp55 Miliar - (foto by Bucek)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Makassar Half Marathon (MHM)
2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak
signifikan terhadap perekonomian Kota Makassar.
Berdasarkan hasil survei analisis dampak yang dilakukan
secara metodologis dan tersertifikasi, penyelenggaraan MHM 2026 menghasilkan
estimasi perputaran ekonomi hingga sekitar Rp55 miliar.
Survei tersebut dipaparkan dalam Press Conference Hasil
Survey Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat
(14/8) sore, yang dihadiri Founder MHM Ki Harry Ramadhan, Research Lead Insight
Hub Mugi Bentang, serta sejumlah komunitas lari.
MHM 2026 berlangsung pada 29-31 Mei 2026, dengan race day
utama kategori 10K pada 30 Mei dan Half Marathon pada 31 Mei di kawasan
Anjungan Pantai Losari. Sementara kategori Kid Dash digelar pada 29 Mei di
Central Point of Indonesia.
Hasil survei menunjukkan sekitar 12.400 pelari berkontribusi
terhadap perputaran ekonomi selama periode kegiatan.
Rata-rata pengeluaran peserta selama berada di Makassar
mencapai Rp4,43 juta per orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi MHM
sebagai penggerak sport tourism sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.
Sektor akomodasi menjadi penyumbang terbesar dengan estimasi
belanja mencapai Rp23,44 miliar. Berikutnya adalah sektor ritel sebesar Rp8,59
miliar dan makanan serta minuman sekitar Rp8,5 miliar.
"Estimasi terbesar berasal dari akomodasi Rp23,4
miliar. Disusul retail, seperti belanja oleh-oleh dan cenderamata khas
Makassar, Rp8,59 miliar. Kemudian makan minum atau wisata kuliner mencapai
sekitar Rp8,55 miliar," ujar Mugi Bentang.
Pengeluaran peserta juga mengalir ke sektor pariwisata dan
hiburan, transportasi, serta berbagai kebutuhan lain selama berada di Makassar.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa dampak MHM tidak berhenti di arena perlombaan,
tetapi menyebar ke berbagai sektor ekonomi perkotaan.
Kontribusi terbesar secara kategori peserta berasal dari
pelari Half Marathon, dengan estimasi pengeluaran mencapai Rp17,21 miliar.
Temuan tersebut sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai
destinasi sports tourism. Sebagian peserta tidak langsung meninggalkan kota
setelah mengikuti lomba, tetapi memperpanjang masa tinggal untuk menikmati
kuliner, berbelanja, dan mengunjungi destinasi wisata.
Survei juga mencatat 85,2 persen peserta menilai MHM turut
memperkuat citra Makassar sebagai kota penyelenggara sport event. Sebanyak 84,1
persen peserta mengaku semakin tertarik terhadap kuliner dan pariwisata
Makassar setelah mengikuti event tersebut.
Sementara itu, 85,9 persen peserta menilai Makassar sebagai
kota yang aktif dan hidup. Bahkan, sekitar 80 persen peserta menyatakan
keinginan untuk kembali berkunjung ke Makassar.
Dampak tersebut menjadi modal penting bagi penyelenggara dan
Pemerintah Kota Makassar untuk mengembangkan MHM sebagai agenda olahraga sekaligus
strategi promosi kota.
Pemerintah sebelumnya memang mendorong peningkatan jumlah
peserta dari 10.000 pada edisi sebelumnya menjadi 12.000 peserta pada 2026.
Ke depan, penyelenggara menargetkan MHM semakin besar dengan
sasaran 15.000 peserta pada 2027. Penguatan pelibatan UMKM, peningkatan
kualitas pelayanan peserta, serta standar kompetisi menjadi sejumlah pekerjaan
yang akan dipersiapkan.
Dengan perputaran ekonomi sekitar Rp55 miliar, MHM 2026 menunjukkan
bahwa event olahraga massal memiliki efek berantai terhadap sektor hotel,
restoran, ritel, transportasi, pariwisata hingga UMKM. Ajang tersebut sekaligus
memperkuat arah Makassar untuk menjadikan sport event sebagai salah satu
instrumen promosi destinasi dan penggerak ekonomi daerah.
