92.931 Warga Makassar Dapat Pasokan Air Bersih
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sebanyak 92.931 warga Makassar telah mendapatkan pasokan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Pembaruan data operasional terakhir, Selasa (14/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar telah mendistribusikan 3.043.800 liter air bersih melalui 310 titik distribusi yang tersebar di wilayah terdampak.
Layanan tersebut menjangkau 26.888 kepala keluarga yang berada di 8 kecamatan dan 58 kelurahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan cakupan pelayanan terus diperluas mengikuti kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Pelayanan tersebut telah menjangkau 8 kecamatan dan 58 kelurahan, dengan total penerima manfaat mencapai 26.888 kepala keluarga atau 92.931 jiwa," kata Fadli Tahar, Selasa (15/9/2026).
Besarnya jumlah warga yang telah menerima distribusi air bersih menunjukkan luasnya cakupan penanganan kekeringan yang dilakukan pemerintah kota. Distribusi dilakukan ke kawasan yang mengalami keterbatasan sumber air untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Menurut Fadli, penanganan kekeringan merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi agar persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat mendapat respons cepat.
Ia mengatakan distribusi air tidak hanya berkaitan dengan jumlah liter yang disalurkan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar selama kekeringan.
"Setiap titik distribusi adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga kehidupan dan ketahanan warga," ungkapnya.
Untuk menjaga distribusi tetap berjalan, BPBD Makassar mengerahkan 25 kendaraan operasional. Armada tersebut telah mencatat 705 rit perjalanan dalam mendukung penyaluran air bersih ke berbagai wilayah terdampak.
Kendaraan yang digunakan terdiri dari 4 mobil pemadam kebakaran (Damkar), 4 mobil tangki, 3 mobil pick up, dan 14 mobil dump truck.
Dengan dukungan armada tersebut, pengiriman air dilakukan secara berkelanjutan ke permukiman warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
BPBD juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap titik-titik distribusi. Pola pelayanan disesuaikan berdasarkan laporan serta perkembangan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
"Capaian 310 titik distribusi menunjukkan penanganan kekeringan terus bergerak mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan," tuturnya.
Upaya memenuhi kebutuhan air bersih warga Makassar juga didukung kolaborasi lintas sektor. BPBD bekerja bersama sejumlah unsur pemerintah dan mitra penanggulangan bencana, di antaranya Damkarmat, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI, serta unsur terkait lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus mempercepat respons ketika muncul laporan kebutuhan air dari masyarakat di wilayah terdampak.
"Kolaborasi ini, menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan distribusi air sekaligus mempercepat respons terhadap laporan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," terangnya.
Fadli menegaskan BPBD Makassar akan terus menjalankan pelayanan selama penanganan Tanggap Darurat Bencana (TDB) Kekeringan berlangsung.
Dengan cakupan yang telah mencapai 92.931 jiwa, distribusi air bersih diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah kawasan Kota Makassar.
"Kami BPBD Kota Makassar komitmen untuk terus hadir dan bergerak selama penanganan TDB Kekeringan berlangsung, dengan memperluas jangkauan pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan," tukasnya.
