PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan satu juta masker untuk masyarakat yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bantuan tersebut disiapkan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu dan asap vulkanik.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan penyaluran masker menjadi salah satu langkah PMI dalam merespons dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, masker menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah terdampak.
“Untuk Krakatau, kita akan menyalurkan satu juta masker. Karena yang dibutuhkan masyarakat di sana terutama masker,” kata Jusuf Kalla seusai rapat bersama pengurus pusat PMI di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (7/9).
Selain bantuan masker, PMI akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah menghadapi bencana dan mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat paparan abu vulkanik.
Jusuf Kalla mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan PMI yang terus berjalan di tengah bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Bencana yang ditangani PMI antara lain banjir di Sumatera, kekeringan, gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan, hingga erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Negeri kita ini dari hari ke hari kita harus berusaha keras karena beberapa bencana yang timbul. Setelah Sumatera, kekeringan, NTT, kebakaran hutan, erupsi anak Gunung Krakatau,” ujar JK.
Di NTT, operasi kemanusiaan PMI masih berlangsung. PMI membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Masih tetap operasional di NTT. Baik untuk sekolah, rumah sakit, menyiapkan kelas-kelas darurat,” kata JK.
Setelah tahap tanggap darurat, PMI juga akan membantu pemerintah dalam proses pemulihan dan rekonstruksi.
Bantuan diarahkan untuk pembangunan kembali rumah warga dan fasilitas yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Sementara untuk menghadapi ancaman kekeringan, PMI mengoperasikan lebih dari 100 mobil tangki air di sejumlah daerah.
Armada tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk di Jawa, Sulawesi, NTT, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kalau kekeringan masih operasi lebih dari 100 mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, baik di Jawa, Sulawesi, NTT, dan NTB,” ungkapnya.
Jusuf Kalla memastikan PMI akan terus menjalankan operasi kemanusiaan bersama pemerintah dan masyarakat untuk merespons berbagai bencana. Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi.
