Program MBG Dievaluasi, Siswa Kini Bisa Pilih Menu Favorit

Para pelajar kompak berdoa sebelum mengonsumsi MBG mereka - (foto by dok Celebesmedia.id)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar- Pemerintah membuka ruang bagi siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG)  mengusulkan menu makanan sesuai selera mereka melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan usulan menu dari siswa akan ditampung oleh pihak SPPG sebagai bahan evaluasi dan penyesuaian menu makanan yang disalurkan.

“Nanti ditampung oleh SPPG yang menyalurkan. Biasanya mereka akan menulis apa yang diinginkan dan pihak SPPG nanti wajib bertanya, menurut apa yang mereka inginkan,” kata Dadan usai meresmikan SPPG di Citaringgul, dikutip dari Antara Senin (11/5).

Menurutnya, evaluasi menu MBG akan dilakukan secara berkala, termasuk terkait tekstur nasi hingga jenis makanan yang disukai siswa.

“Memang nanti kita cek berapa orang yang tidak suka nasi, itu akan diganti dengan menu yang lain,” ujarnya.

Dadan menjelaskan, pihak SPPG juga akan mendata preferensi siswa terhadap kualitas makanan yang disajikan.

"Nanti SPPG yang menampung aspirasi anak, apa yang mungkin dicek, berapa orang yang nasinya lembek, berapa orang yang nasinya keras,” kata Dadan.

Selain itu, BGN akan memetakan selera siswa terhadap jenis beras yang digunakan dalam program MBG.

“Berapa persen anak yang suka beras pera, biar pihak SPPG nanti tahu,” ujarnya.

Ia menilai antusiasme siswa terhadap program MBG cukup tinggi. Bahkan, sejumlah siswa disebut mulai menyukai sayuran setelah rutin mengikuti program tersebut.

“Bahkan, ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur, saya kira ini tren yang bagus,” katanya.

Dadan mengungkapkan saat ini terdapat 28.390 SPPG di seluruh Indonesia yang telah melayani sekitar 62 juta penerima manfaat program MBG.

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG di Citaringgul dan SPPG ke-14 yang ada di Kecamatan Babakan Madang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dadan juga meninjau distribusi makanan dari SPPG menuju sekolah. Ia menyebut penyaluran makanan sementara dilakukan menggunakan kendaraan hingga titik tertentu sebelum diteruskan dengan gerobak karena jaraknya dinilai tidak terlalu jauh.