Bambang Yusuf: Sistem Kelistrikan Itu Ibarat Memikul Beban Ramai-ramai...
Bambang Yusuf (kemeja putih) / foto: Antara
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kondisi interkoneksi sistem
transmisi dan pembangkitan kelistrikan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
sudah pulih 100 persen, Sabtu (17/11/2018) dinihari.
Hari Jumat (16/11/2018) lalu, listrik di seluruh daerah di Provinsi
Sulawesi Selatan itu mati total atau yang disebut blackout karena gangguan
transmisi.
Berikut petikan wawancara wartawan CELEBESMEDIA.ID, Andi Suruji,
dengan Bambang Yusuf, General Manajer PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar,
Sabtu pagi.
Apa
sebenarnya yang terjadi? Masyarakat ingin tahu..
Sistem transmisi Makale-Palopo di wilayah utara Sulsel itu
terganggu. Saat itu cuaca sangat buruk, hujan deras dan ada petir.
Sistem transmisi itu kapasitasnya besar. Di sanalah listrik dari
PLTA Poso masuk ke sistem jaringan disribusi wilayah kita.
Karena gangguan itu, sistem lepas, ya ada goncangan. Kondisi itu
membuat aliran listrik dari pembangkit lain ikut terpental, terlepas dari
sistem. Makanya padam total. Istilahnya blackout itu.
Kalau
dikatakan cuaca, petir, bagaimana membuktikannya?. Petir sudah lewat...!
Orang bilang begitu. Tetapi kan alat deteksi, ada
indikasi-indikasi, dan cuaca saat itu ya seperti itu, hujan lebat, ada petir.
Kenapa
lama sekali baru bisa recovery (pemulihannya)?
Gangguannya, goncangannya itu besar. Ibarat kita memikul beban
berat ramai-ramai. Kalau yang kekuatannya besar terlepas, maka yang kecil-kecil
itu juga tidak kuat memikul beban dan akhirnya terlepas juga. Jatuh barang yang
kita pikul. Analoginya seperti itu.
Faktor
teknisnya?
Kan kita punya PLTU juga besar-besar kapasitasnya di selatan,
Jeneponto. Nah karena mereka juga down, terlepas dari sistem, maka
pembangkitnya memerlukan pendinginan dulu. Dan itu bisa butuh waktu relatif
lama, 8 sampain 10 jam baru bisa kembali normal memasok listrik ke sistem
distribusi.
Jadi
sudah oke semua pembangkit dan sistem distribusi?
Insya Allah, walaupun mungkin masih ada gangguan-gangguan
sebelum benar-benar kembali normal. Saya mengucapkan terima kasih kepada para
petugas PLN yang bekerja luar biasa siang malam mengatasi persoalan di
lapangan, kerja sama dengan IPP (pembangkit swasta), dan terutama masyarakat
dan pelanggan yang bersabar.
Ada
yang bilang katanya kita surplus listrik, kenapa mati...? Bagaimana penjelasannya?
Ya bagus ini pertanyaan. Sistem kelistrikan itu ada dua,
pembangkitan dan transmisi (distribusi). Surplus listrik itu artinya kemampuan
penyediaan listrik (yang dapat dibangkitkan dari semua pembangkit) lebih
besar dari kebutuhan pelanggan, masyarakat.
Mati lampu itu terjadi karena gangguan transmisi, ada di jalur
distribusinya. Nah kemarin itu kita terganggu di transmisi. Tetapi gangguan itu
merembet ke pembangkit.
Berapa
sebenarnya kapasitas daya kita saat normal?
Total sekitar 1.500 Mega Watt (MW), termasuk yang dari IPP. Pada
saat beban puncak itu, kapasitas yang terpakai sekitar 1.000 - 1.100 MW. Jadi
surplusnya itu banyak sekali.(*)
