Sekda Makassar Tekankan Manajemen Mutu dan waktu
CEBELEBESME.ID, Makassaro - Makassar Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menekankan pentingnya penerapan manajemen mutu bagi aparatur sipil negara (ASN) saat menjadi narasumber pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XXIV di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Selasa (21/7).
Pelatihan yang diikuti 40 peserta dari unsur lurah dan kepala subbagian (Kasubag) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu mengusung tema Manajemen Mutu: Membangun Budaya Kinerja Bermutu dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan kerja sama Pemerintah Kota Makassar dengan BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam pemaparannya, Andi Zulkifly menegaskan ASN harus mengutamakan pelayanan publik yang berkualitas melalui manajemen mutu yang terukur, sistematis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menurutnya, organisasi pemerintah berbeda dengan perusahaan karena tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan pelayanan kepada masyarakat.
"Organisasi pemerintah berbeda dengan organisasi bisnis. Kalau perusahaan berorientasi pada keuntungan, maka organisasi pemerintah berorientasi pada pelayanan. Tugas kita adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas dan memuaskan," ujar Andi Zulkifly.
Ia menjelaskan prinsip manajemen mutu yang umum diterapkan di sektor bisnis dapat diadaptasi dalam pemerintahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Karena itu, setiap perangkat daerah harus memiliki standar operasional prosedur (SOP), standar pelayanan yang jelas, serta evaluasi berkala guna mengukur kepuasan masyarakat.
"Kita harus memiliki standar pelayanan, mengukur pelaksanaannya, kemudian mengevaluasi apakah masyarakat sudah puas atau belum. Tanpa pengukuran mutu, kita tidak akan pernah mengetahui kualitas pelayanan yang kita berikan," katanya.
Selain sistem dan prosedur, Andi Zulkifly menilai kualitas pelayanan juga ditentukan oleh kompetensi ASN yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap dalam melayani masyarakat.
Ia mengingatkan peserta PKP bahwa ASN adalah pelayan masyarakat sehingga budaya kerja profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan harus diterapkan di setiap organisasi perangkat daerah.
"Kita sudah memilih menjadi pelayan masyarakat. Karena itu, orientasi kita bukan mencari keuntungan, tetapi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Budaya kerja yang baik harus dibangun mulai dari pimpinan hingga seluruh pegawai," tegasnya.
Ia juga mendorong setiap unit kerja rutin mengevaluasi mutu pelayanan, mengidentifikasi kekurangan, memperbaiki proses kerja, dan menerapkan budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Melalui penerapan manajemen mutu secara konsisten, Andi Zulkifly berharap pelayanan publik di Kota Makassar semakin efektif, profesional, akuntabel, dan mampu memenuhi harapan masyarakat.
