Inovasi Penyedot Air Yokohama Solusi Baru Makassar Bebas Banjir
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem musim hujan. Di bawah komando Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi), pemkot mulai melirik inovasi pemanfaatan kendaraan khusus berteknologi tinggi asal Jepang untuk mengatasi persoalan genangan air secara cepat dan efisien.
Inisiatif strategis ini merupakan buah dari kemitraan city-to-city antara Makassar dan Yokohama, yang mendapat dukungan penuh dari Nippon Koei Co., Ltd. Sebagai tahap penjajakan, Wali Kota Munafri turun langsung menyaksikan uji coba armada penyedot dan penyemprot bertekanan tinggi di kawasan Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar.
Teknologi modern tersebut dinilai sangat krusial guna mempercepat pembersihan saluran drainase dari tumpukan endapan lumpur maupun sampah yang kerap memicu luapan air. Terlebih lagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak curah hujan tinggi akan melanda kawasan ini mulai akhir November hingga Desember mendatang.
"Tentu, antisipasi perlu kita lakukan sejak dini, terlebih berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, Makassar diperkirakan memasuki periode peningkatan curah hujan pada akhir November hingga Desember," ujar Munafri saat meninjau lokasi.
Melalui uji coba ini, pemkot ingin memastikan efektivitas fungsi kendaraan canggih tersebut dalam menjangkau titik-titik saluran air yang tertutup atau sulit dibersihkan dengan metode konvensional. Kombinasi daya sedot masif dan semprotan air bertekanan kuat diyakini mampu memulihkan kapasitas saluran air secara optimal sebelum genangan meluas ke permukiman warga.
"Kita ingin memastikan seluruh saluran drainase yang menjadi titik rawan banjir bisa diantisipasi sejak awal," katanya.
Lebih lanjut, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan itu menekankan bahwa modernisasi infrastruktur penanganan banjir ini tidak sekadar berorientasi pada respons darurat semata. Namun, langkah tersebut menjadi wujud komitmen jangka panjang pemda dalam menghadirkan rasa aman, ketenangan, serta perlindungan maksimal bagi seluruh warga kota dari ancaman bencana hidrometeorologi.
"Ini merupakan ikhtiar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mempercepat penanganan apabila ada warga yang terdampak," sambung Ketua IKA FH Unhas itu.
