Gempa M 6,7 Sulteng: 312 Jiwa Terdampak, 1 Tewas

Gempa palu -(foto by Antara)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (17/6).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan korban jiwa ditemukan di Kabupaten Sigi, wilayah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa tersebut.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.u

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat sebanyak 312 jiwa atau 110 kepala keluarga terdampak di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Sebanyak 272 warga dari 89 kepala keluarga terdampak. Di daerah ini, 22 orang mengalami luka ringan dan 13 lainnya luka berat.

Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 40 warga terdampak atau 21 kepala keluarga. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan satu warga di Kabupaten Poso dilaporkan mengalami luka.

Dari sisi kerusakan, BNPB mendata sedikitnya 67 rumah terdampak gempa. Sebanyak 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Sigi dengan total 47 rumah terdampak. Rinciannya, 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Di Kabupaten Sigi tercatat enam tempat ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu unit usaha mikro terdampak gempa.

Di Kabupaten Poso, lima rumah dilaporkan terdampak dengan tiga di antaranya mengalami kerusakan ringan. Sementara di Parigi Moutong terdapat 15 rumah terdampak.

Di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III. Selain itu, satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 55 kali gempa susulan terjadi di sekitar lokasi gempa utama.

Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD setempat terus melakukan pendataan serta penanganan darurat bagi warga terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Sumber: Antara