Cuaca Ekstrem Ancam Sulsel 24 Februari -1 Maret
Ilutrasi cuaca ekstrem - (foto by pixabay)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Sulawesi Selatan sepekan ke depan, terhitung Selasa (24/2) hingga Minggu (1/3).
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil menerangkan potensi hujan lebat tersebut dipicu dinamika atmosfer yang cukup kompleks.
"Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya kombinask aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin di sejumlah wilayah," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2).
Berdasarkan prakiraan akumulasi curah hujan dalam periode 24 jam, wilayah terdampak dibagi dalam dua kategori intensitas. Untuk kategori hujan lebat hingga sangat lebat, daerah yang berpotensi terdampak meliputi Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Maros, Makassar, Gowa, Takalar, serta Kepulauan Selayar.
Sementara itu, intensitas hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Selain peningkatan curah hujan, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan turut diminta meningkatkan kewaspadaan, sebab selain potensi hujan lebat dan angin kencang, gelombang laut diprediksi tinggi, sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan. Termasuk Perairan Pinrang, Barru, Makassar, dan Pangkep, serta Perairan Kepulauan Selayar, Bulukumba, Jeneponto, dan Kepulauan Takabonerate.
Nasrol juga mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir, longsor, pohon tumbang, dan gelombang tinggi. Pastikan saluran air berfungsi baik, lakukan pemangkasan pohon yang rawan tumbang, serta hindari membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama warga diharapkan dapat memastikan kesiapan infrastruktur serta respons cepat apabila terjadi kondisi darurat. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
