Diskominfo Bekali Kelurahan Wujudkan Data Sektoral Akurat

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat kualitas tata kelola data hingga tingkat kelurahan. Langkah ini dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemenuhan Prinsip Satu Data Indonesia (SDI) yang berlangsung di Aston Makassar Hotel & Convention Center, Rabu (17/6/2026).

Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Aparatur Kelurahan Dalam Mewujudkan Data Statistik Sektoral yang Akurat”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas aparatur kelurahan sebagai ujung tombak penyediaan data pembangunan.

Bimtek menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Wiena Hardian Pratama, serta Asniar selaku Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat pada Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Makassar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, menegaskan bahwa data memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis bukti (evidence-based policy). Menurutnya, kualitas kebijakan sangat bergantung pada kualitas data yang tersedia.

“Data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan kebutuhan mendasar dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur kelurahan dalam pengelolaan data menjadi langkah strategis yang harus terus dilakukan,” ujarnya.

Roem menjelaskan, posisi kelurahan saat ini tidak hanya sebagai objek pembangunan, melainkan juga menjadi subjek sekaligus garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. 

Karena itu, ketersediaan data statistik yang valid menjadi syarat penting agar program pembangunan dapat dirancang secara tepat sasaran.

Ia juga menekankan bahwa implementasi Satu Data Indonesia merupakan kebijakan nasional yang bertujuan menciptakan tata kelola data pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, berkomitmen mendukung pelaksanaan SDI hingga ke level pemerintahan paling bawah.

“Penyelenggaraan Satu Data Desa Kelurahan Indonesia harus tetap berpedoman pada prinsip-prinsip Satu Data Indonesia, yakni standar data, metadata, interoperabilitas data, serta penggunaan kode referensi dan data induk yang sama. Dengan prinsip tersebut, kualitas dan keterpaduan data dapat terus terjaga,” jelasnya.

Selain memperkuat implementasi SDI, Pemkot Makassar juga terus mengembangkan Program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik). Program ini diarahkan untuk meningkatkan literasi statistik aparatur dan masyarakat, mendorong standardisasi pengelolaan data, serta mengoptimalkan pemanfaatan data dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui bimtek tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan data statistik sektoral yang sesuai dengan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia. Aparatur kelurahan juga didorong untuk menghasilkan data yang valid, akurat, dan berkualitas sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.

Roem berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya pengelolaan data yang baik di lingkungan kelurahan. Dengan sumber daya manusia yang kompeten, penguatan data sektoral diyakini dapat memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Kota Makassar.

“Melalui sinergi seluruh pihak, kita ingin mewujudkan tata kelola data yang semakin kuat, terintegrasi, dan mampu menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.