JK: Rekonstruksi Pascagempa Harus Libatkan Masyarakat

Jusuf Kalla - (foto by Tim Media JK)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengajak masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bangkit dan terlibat aktif dalam pemulihan pascagempa.

Menurut JK, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, serta lembaga kemanusiaan.

Hal itu disampaikan JK saat memberikan sambutan di hadapan jamaah Salat Jumat di Masjid Al Muhajirin, Maumere, Jumat (28/8).

JK mengatakan Flores merupakan wilayah yang rawan bencana karena berada di jalur Cincin Api atau Ring of Fire.

Karena itu, masyarakat harus menjadikan bencana sebagai pengalaman untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus membangun kembali daerah yang terdampak.

"Musibah ini menjadi ujian dan pengalaman bagi kita semua. Kita tidak boleh terus-menerus bersedih, tetapi harus berusaha bangkit," ujar JK.

Ia menekankan pentingnya gotong royong dalam proses pemulihan. Bencana, kata JK, tidak membedakan agama maupun kelompok masyarakat sehingga penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama.

"Korban bencana berasal dari berbagai agama. Karena itu, kita harus bersama-sama membantu masyarakat," katanya.

Menurut JK, penanganan bencana terbagi dalam dua tahap utama, yakni tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pada tahap tanggap darurat, kebutuhan masyarakat meliputi tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Setelah itu, pemerintah dan masyarakat harus mulai memprioritaskan pembangunan kembali rumah serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

"Rekonstruksi membutuhkan biaya besar. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab, tetapi masyarakat juga harus mengambil inisiatif untuk ikut membangun kembali," ujarnya.

JK mendorong pembangunan kembali dilakukan dengan semangat gotong royong. Bantuan pemerintah dan lembaga kemanusiaan, menurut dia, dapat diperkuat dengan partisipasi masyarakat melalui penyediaan material seperti semen, seng, dan kebutuhan konstruksi lainnya.

JK juga menyoroti kerusakan sejumlah masjid akibat gempa. Ia meminta pengurus masjid segera mendata tingkat kerusakan dan kebutuhan perbaikan, sekaligus menyiapkan tempat ibadah sementara agar aktivitas keagamaan masyarakat tetap berjalan.

"Dewan Masjid akan berusaha mengumpulkan kemampuan dan bantuan untuk membantu masjid-masjid yang rusak," kata JK.

Selain pembangunan fisik, JK meminta pendidikan anak-anak korban gempa menjadi perhatian utama selama masa pemulihan.

Ia menyebut kebutuhan perlengkapan sekolah turut disampaikan masyarakat selain bantuan pangan.

Menurut JK, keberlanjutan pendidikan harus dijaga karena masa depan masyarakat sangat ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan generasi muda.

"Pendidikan tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Masa depan bangsa tergantung pada tingkat pendidikan, pengetahuan, dan kemampuan menjalankan ilmu tersebut," ungkapnya.

JK menambahkan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan suatu negara. Menurutnya, pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan pendidikan dan kemampuan teknologi.

"Tidak ada negara yang kuat tanpa penguasaan ilmu dan teknologi. Agama harus berjalan seimbang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi," jelasnya.

JK kemudian mengajak masyarakat Flores tidak hanya menunggu bantuan, tetapi mengambil peran dalam memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi di daerah masing-masing.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu juga mengapresiasi para petani, nelayan, serta masyarakat pendatang yang turut menopang perekonomian lokal.

"Kita harus menghargai semua yang bekerja menghidupi masyarakat. Tanpa petani dan nelayan, kehidupan kita tidak akan berjalan," tuturnya.

JK berharap semangat gotong royong dan kebersamaan antarumat beragama menjadi modal utama masyarakat Flores untuk mempercepat pemulihan dan bangkit dari dampak gempa.