Di NIU Amerika, Jusuf Kalla Dijuluki 'Jembatan Dunia'

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Malam di DeKalb, Selasa (20/10) waktu setempat, menjadi penutup yang hangat bagi dua pekan perjalanan Jusuf Kalla di Northern Illinois University (NIU).

Di hadapan para dekan dan dosen senior, mantan Wakil Presiden RI itu dilepas secara resmi sebagai dosen tamu sekaligus menerima penghargaan khusus dari universitas.

Presiden NIU, Dr. Lisa Freeman, memimpin acara pelepasan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyebut kehadiran JK sebagai simbol kuatnya hubungan Indonesia dan Amerika Serikat.

Namun, menurut Lisa, makna kunjungan itu jauh lebih luas dari sekadar hubungan dua negara.

“Selama dua pekan berada di Northern Illinois University, kehadiran Jusuf Kalla menjadi jembatan kokoh yang menghubungkan Indonesia dan Amerika Serikat. Bahkan, lebih dari itu, beliau menjadi jembatan dunia karena mahasiswa NIU datang dari berbagai penjuru dunia. Kehadiran beliau memberikan kesempatan bagi sivitas akademika kami untuk belajar langsung dari pengalaman dan perspektif seorang pemimpin dengan pengalaman global,” ujar Lisa.

Selama di kampus itu, JK berbagi pengalaman Indonesia kepada mahasiswa dan sivitas akademika lewat rangkaian kuliah dengan beragam topik, mulai dari demokrasi dan otonomi daerah, penyelesaian konflik, hingga tantangan transisi energi hijau.

Topik terakhir itulah yang ia pilih untuk menutup kuliahnya, lewat tema Making the Green Transition Work: Industry, Technology, and Jobs in Indonesia’s Political Economy.

Kuliah tersebut mengupas bagaimana transisi energi hijau bisa diwujudkan tanpa mengabaikan industri, teknologi, dan lapangan kerja.

Dalam sambutannya di acara pelepasan, JK kembali menekankan pesan yang sejalan dengan isi kuliahnya, yakni pentingnya kerja sama global di tengah dunia yang tak menentu.

“Dalam situasi krisis dan ketidakpastian dunia saat ini, kerja sama global menjadi jalan untuk mencari solusi. Tidak ada negara yang kebal terhadap persoalan. Karena itu, negara-negara perlu bekerja sama untuk menghadapi tantangan bersama,” ujar JK.

Penghargaan dari NIU menandai berakhirnya tugas JK sebagai dosen tamu di DeKalb. Bagi kedua pihak, dua pekan itu menjadi ruang pertukaran gagasan antara Indonesia dan komunitas akademik internasional.

Perjalanan akademik JK belum selesai. Ia dijadwalkan melanjutkan rangkaian kuliah di Harvard University pada 22 Oktober, lalu di Yale University sehari berikutnya, 23 Oktober 2026.