Efisiensi Perusahaan, HSBC Akan PHK 10.000 Karyawannya

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Demi upaya efisiensi perusahaan, HSBC Holdings Plc (HSBA.L) dikabarkan memangkas jumlah pegawainya hingga 10.000 orang. 

Financial Times menulis, PHK  ini akan fokus pada pegawai yang bergaji tinggi. "Rencana ini merupakan upaya serius untuk memangkas biaya," tulis Financial Times.

Dikutip dari Reuters, diperkirakan HSBC akan mengumumkan kebijakan ini saat melaporkan hasil kinerja kuartal ketiga (Q3) 2019.

Sebelumnya, HSBC sempat berencana memangkas 4.000 karyawan tahun ini. CNBC Indonesia, Senin (7/10/2019), memberitakan, meningkatnya ketidakpastian global karena ketegangan perdagangan antara China dan AS menjadi penyebab PHK tersebut.

HSBC Holding plc merupakan bank investasi dan jasa keuangan yang berpusat di Inggris. Bank ini merupakan bank terbesar ke-7 di dunia dan terbesar di Eropa. HSBC terdaftar di bursa London dengan kode HSBA.

Selain HSBC, raksasa teknologi dan produsen komputer Hewlett Packard (HP) disebut juga akan merumahkan karyawannya. Tidak tanggung-tanggung, HP akan melakukan PHK sekitar 16 persen dari seluruh pegawainya yang saat ini berjumlah 55.000 orang.


Dikutip dari Kompas yang melansir dari Reuters, akan melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK) terhadap 7.000-9.000 pegawai melalui kombinasi antara pegawai keluar dan pensiun dini secara sukarela.

PHK ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi yang dilakukan HP guna menghemat biaya. HP mengestimasikan rencana tersebut akan menghasilkan penghematan kotor tahunan sebesar sekira 1 miliar dollar AS pada akhir tahun fiskal 2022.

"Kami mengambil langkah besar dan penuh pertimbangan, sejalan dengan upaya kami untuk melakukan episode baru (dalam bisnis)," kata calon CEO HP, Enrique Lores.

"Kami melihat kesempatan yang signifikan untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham dan kami akan mencapai ini dengan memajukan kepemimpinan kami, mendisrupsi industri, dan secara agresif mentransformasi cara kerja kami," jelas Lores.

Lores akan menduduki jabatan CEO pada 1 November 2019, menggantikan Dion Weisler.