Daya Beli Petani Sulsel Menguat, NTP Naik 2,79% September 2026
Ilustrasi - (foto by pexels)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Kabar cukup positif dari sektor pertanian Sulawesi Selatan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2026 naik menjadi 125,94, dari 122,52 pada Agustus. Artinya, NTP petani Sulsel menguat 2,79 persen dalam sebulan.
Angka ini menggambarkan posisi daya beli petani relatif membaik. Sederhananya, kenaikan harga hasil pertanian lebih besar dibandingkan kenaikan biaya yang harus dibayar petani.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan menunjukkan, harga yang diterima petani pada September naik cukup kuat. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meningkat 3,26 persen, dari 153,48 menjadi 158,48.
Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,45 persen, dari 125,27 menjadi 125,84.
Selisih pertumbuhan inilah yang membuat NTP bergerak naik. Dengan kata lain, sepanjang September, nilai hasil yang diterima petani tumbuh lebih cepat daripada pengeluaran mereka.
Data BPS lebih rinci menjelaskan petani tanaman pangan mencatat NTP 117,46 atau naik 1,82 persen. Hortikultura berada di level 136,65 setelah tumbuh 6,62 persen. Sementara tanaman perkebunan rakyat menjadi subsektor dengan NTP tertinggi, yakni 158,56, naik 5,46 persen.
Di sektor peternakan, NTP naik 1,64 persen menjadi 105,64. Adapun perikanan naik tipis 0,07 persen menjadi 128,06.
Dari angka tersebut, hortikultura menjadi salah satu penopang utama penguatan NTP Sulsel. Indeks harga yang diterima petani hortikultura melonjak 6,94 persen pada September. Tanaman perkebunan rakyat juga mencatat kenaikan cukup tinggi, yakni 5,99 persen.
Namun, kondisi petani tidak serta-merta berarti seluruh beban biaya menurun. Indeks harga yang dibayar tetap meningkat di semua subsektor. Pada perikanan, misalnya, Ib naik 0,59 persen. Tanaman perkebunan rakyat naik 0,51 persen dan tanaman pangan 0,46 persen.
Artinya pada September 2026, angka menunjukkan hasil pertanian memberi nilai tukar yang lebih baik bagi petani Sulsel. NTP sebesar 125,94 menjadi gambaran bahwa kenaikan pendapatan dari sisi harga hasil pertanian masih lebih kuat dibandingkan kenaikan pengeluaran petani. no
