Inflasi Sulsel Membara
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Inflasi tinggi "membakar" perekonomian Sulawesi Selatan, hingga 1,04 persen secara bulanan (month to month) pada Februari 2026.
Dengan demikian inflasi tahun berjalan, dari Januari sampai Februari 2026 yang disebut year to date, telah melejit ke angka 1,51 persen dalam.dua bulan.
Kondisi itu membuat inflasi tahunan atau year on year Sulsel pada Februari 2026 terhadap Februari 2025, sebesar 6,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,93.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 7,54 persen dengan IHK sebesar 109,37 dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 5,14 persen dengan IHK sebesar 109,55.
Inflasi Sulsel itu jauh lebih tinggi melampaui nasional. Tingkat inflasi nasional month-to-month (m-to-m) pada Februari 2026 sebesar 0,68 persen sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Februari 2026 sebesar 0,53 persen.
Pada Februari 2026 terjadi inflasi nasional year on year sebesar 4,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,50.
Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 6,94 persen dengan IHK sebesar 113,96 dan terendah terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 0,63 persen dengan IHK sebesar 115,90.
Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 8,44 persen dengan IHK sebesar 117,24 dan terendah terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,63 persen dengan IHK sebesar 115,90.
Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Februari 2026 sebesar 2,63 persen; dengan inflasi m-to-m sebesar 0,42 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 0,80 persen.
Inflasi inti tidak memasukkan komoditas dengan harga bergejolak,.seperti pangan dan energi.
